Category Archives: Bayi dan Balita

Tanda Si Kecil Siap Lepas Popok

Setidaknya ada tiga sinyal yang merupakan tanda kesiapan anak melepas popok sekali pakainya. Setelah sinyal itu muncul segera arahkan, berikan dukungan psikologis pada anak, sehingga ia berhasil melepas popok sekali pakai dan mampu melakukan aktivitas di toilet dengan baik. Berikut ketiga sinyal tersebut:
1. Anak dapat memberitahukan kepada orangtua bahwa popok sekali pakai yang digunakannya sudah penuh, berat, dan bocor. Ini berarti pola pikir anak sudah berkembang lebih lanjut sehingga orangtua bisa menjelaskan hal yang terkait penggunaan popok sekali pakai secara sederhana. Misal, "Popoknya sudah penuh ya, kamu tidak nyaman memakainya ya? Kita latihan tidak pakai popok, yuk!"

Read the rest of this entry

Iklan

Manfaat Madu Bagi Balita

Kabar gembira bagi orang tua yang memiliki anak balita yang susah makan, bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat menurunkan tingkat morbiditas (panas dan pilek) dan memperbaiki nafsu makan anak balita.
Hasil penelitian menunjukkan, tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek kelompok madu (sebagai sampel ) menurun, nafsu makan meningkat, porsi dan frekuensi makan bertambah, sehingga konsumsi energi dan protein mereka juga meningkat dibandingkan kelompok sirup (sebagai kontrol).

Read the rest of this entry

Patofisiologi Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif Pada Anak

Patofisiologi ADHD atau di indonesia dikenal dengan GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif) memang tak jelas. Ada sejumlah teori yang membicarakan patofisiologi ADHD. Penelitian pada anak ADHD telah menunjukkan ada penurunan volume korteks prefrontal sebelah kiri, Penemuan ini menunjukkan bahwa gejala ADHD inatensi, hiperaktivitas dan impulsivitas menggambarkan adanya disfungsi lobus frontalis, tetapi area lain di otak khususnya cerebellum juga terkena.

Penelitian “neuroimaging” pada anak ADHD tak selalu memberikan hasil yang konsisten, pada tahun 2008 hasilnya neuroimaging hanya digunakan untuk penelitian, bukan untuk membuat diagnosa. Hasil penelitian “neuroimaging”, neuropsikologi genetik dan neurokimiawi mendapatkan ada 4 area frontostriatal yang memainkan peran patofsiologi ADHD yakni : korteks prefrontal lateral, korteks cingulate dorsoanterior, kaudatus dan putamen. Pada sebuah penelitian anak ADHD ada kelambatan perkembangan struktur otak tertentu rata-rata pada usia 3 tahun, di mana gejala ADHD terjadi pada usia sekolah dasar.

Read the rest of this entry