Guru Honorer Akan Segera Jadi PNS Bulan November 2010

gembira buat anda yang masih berstatus pegawai honorer dan lama menanti kejelasan status anda.

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menjanjikan akan mengangkat guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) asalkan sudah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.
Direktur Profesi Pendidik Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kemendiknas Achmad Dasuki saat menerima perwakilan dari pihak Konsorsium Guru Nasional (KGN) mengatakan akan ada verifikasi data para guru honorer yang dimulai bulan Juli-September 2010. Verifikasi data guru honorer dilakukan Kemdiknas bekerja sama Badan Pusat Statistik.

‘’Mungkin pengangkatan ini akan dilakukan pada bulan November atau paling lambat bulan Desember. Namun sebelumnya, tentunya harus berdasarkan komitmen dari pihak DPR,’’ jelas Achmad Dasuki di Jakarta, Kamis (24/5).

Dasuki menambahkan, proses pengangkatan guru honorer ini akan dilakukan tanpa tes. Selain itu, pengangkatan guru honorer dilakukan oleh walikota, bupati, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan dinas provinsi setempat. ‘’Persyaratan guru tersebut sudah masuk di dalam database Badan Kepegawaian Nasional. Bahkan masa kerjanya dimulai sebelum Januari 2005,’’ tegasnya.

Sementara itu ketika disinggung mengenai guru yang belum menerima pembayaran sertifikasi, Dasuki menjawab bahwa hal tersebut terjadi karena belum dikeluarkannya Peraturan Menteri Keungan. Disebutkan, peraturan Menkeu ini baru dikeluarkan pada tanggal 12 Juni 2010 lalu, yakni Permenkeu No.223/PMK.07.2009.

‘’Tapi kendalanya, saat ini dinas pendidikan di provinsi yang ditunjuk sebagai pihak pembayar belum berani mengeluarkannya sebelum ada permenkeu tersebut,’’ imbuhnya. Dengan kondisi tersebut, Dasuki menegaskan bahwa pada tahun ini dana untuk pembayaran sertifikasi akan dikelola dinas pendidikan di kabupaten/kota. ‘’Kemdiknas sudah mengirim surat tersebut dan langsung ditandatangani oleh sekretaris Dirjen PMPTK,’’ ujarnya.

Pemerintah juga berencana akan memberhentikan honorer yang tenaganya tidak dibutuhkan oleh instansi pemerintah. Meski begitu, karena pemerintah akan tetap memberikan kompensasi sesuai dengan kemampuan keuangan negara atau daerah yang melakukan pengangkatan sebelumnya.

Menurut Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, EE Mangindaan, pemerintah sudah memberikan solusi bagi tenaga honorer lama (bukan tenaga honorer baru, red) yang diangkat oleh pejabat pemerintah dan dibiayai bukan oleh APBN/APBD tapi bekerja di instansi pemerintah. Yaitu memberikan kesempatan mengikuti ujian tertulis. Bagi yang lulus ujian tes, akan diajukan pemberkasan ke BKN untuk ditetapkan NIP sebagai CPNS. Sedangkan bagi tenaga honorer yang tidak lolos dari seleksi administrasi dan ujian tertulis diberikan dua solusi.

‘’Pertama, apabila tenaganya masih dibutuhkan instansi pemerintah, diproses statusnya menjadi PTT (Pegawai Tidak Tetap). Kedua, bila tenaganya tidak dibutuhkan oleh instansi pemerintah, maka yang bersangkutan akan diberhentikan dan diberikan kompensasi sesuai kemampuan anggaran,’’ kata Mangindaan pada JPNN.

Ditambahkannya, langkah ini dilakukan untuk mengatasi masalah honorer yang jumlahnya sangat banyak. Di samping untuk meningkatkan kualitas aparatur negara agar lebih profesional. Pemerintah membutuhkan tenaga-tenaga muda yang siap bekerja dan cekatan. ‘’Kalau honorernya tidak bisa menunjukkan kualitasnya, untuk apa dipertahankan karena ini akan menambah beban pemerintah sendiri,’’ ujarnya.

Dalam tes tertulis, tiap honorer hanya dilakukan satu kali dan diikuti sesama tenaga honorer yang bersangkutan, untuk mengisi lowongan formasi. Itupun syarat usia honorernya sekurang-kurangnya 19 tahun dan tidak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006. Sebelum mengikuti seleksi tertulis, honorernya harus melalui tahapan seleksi administrasi dulu. ‘’Yang lulus seleksi administrasi, bisa mengikuti tes tertulis,’’ ucapnya.(cha/esy/muh) ref: riaupos

Iklan

Posted on 28/06/2010, in Berita CPNS and tagged , , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. Kayanya Bukan Badan Pusat Statistik dech Mbak….

    Coz saya Kerja di BPS tapi ga tau menau tentang ini, BPS hanya Penyedia data saja.

    Setau saya Verifikasi nya ada di Badan Kepegawaian Daerah, coz sepupu saya juga tadi pagi Verifikasinya disana.

    Mudah2an segera ada ralat dari Kemdiknas,

  2. wah… iya tuu.. aku juga bingung verifikasinya dimana n alurnya gimana, ke bkd ato ke bps .. tolong lebih jelas lagi

  3. kalau tenaga honorer periode sebelum 2005 akan diangkat,bagaimana yang bekerja sebagai honorer di atas tahun 2005 ? saya berharap semoga pemerintah juga memperhatikan tenaga honorer yang bekerja di atas tahun 200.misal dengan memberi tunjangan tiap bulannya. semoga harapan ini dapat terpenuhi

  4. di berita postingan diatas pendataan verifikasi honorer antara juli sampai september, tapi di SEMenpan No.5/2010 pendataan verifikasinya paling lambat 31 Agustus 2010 dan apakah tidak rancu dan para honorer bingung dengan semua informasi ini??? di DEPKEU saja masih belum ada respon untuk mendata ulang sampai 20 Juli 2010, lalu apakah jika nantinya ada PP bagaimanakah status hukum dari SE Menpan tsb??? mohon Mahkamah konstitusi bisa menjadi mediator dlm hal pembuatan konstitusi yang kurang harmonis.semoga PP nanti terbaru bisa mengakomodasi para HONORERDEPKEU.terimakasih

  5. sebagian teman2 guru honorer tersenyum lebar, tapi tak kalah banyak teman guru honorer yang menangis dalam senyumnya menyaksikan teman dekatnya, sohibnya dan kerabatnya yg terangkat sementara dia tidak bisa berbuat banyak lantaran PERBEDAAN kata “NEGERI” dan “SWASTA”. SLAMAT buat yang terangkat dan BERSABAR buat yg belum.

  6. kalau memang bener saya tunggu kebenarannya jangan cuma hanya bicara aja.

  7. pendataan tenaga honorer tahun 2010, tolong lebih transfaran dan memihak kepada tenaga guru honorer yang memang menjadi haknya, karena dilapangan masih banyak terdapat manupulasi data oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab? pemerintah seharusnya membuat tim khusus untuk melihat dan terjun langsung kelapangan untuk melihat nasib tenaga guru honorertahun 2005 kebawah yang sampai saat ini masih belum ada kejelasan statusnya.

  8. PNS tersenyum gembira karena gaji naik,Guru honorer yang bekerja di instansi pemerintah juga gembira karena bisa ikut pendataan dan akan diangkat jadi PNS,tapi didekatnya Guru Tetap Yayasan / guru yang bekerja diinstansi swasta menangis karena dibedakan + tidak dapat ikut pendataan.
    Mengapa pemerintah membedakan GTT di instansi negri dan GTT/GTY yang mengabdi di instansi swasta?Mana Hak GTY Swastaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa??????????????????

  9. Pendidikan di Indonesia ter tua adalah Madrasah (Swasta). Tau kan Itu………………..!?
    Pejuang kemerdekaan Indonesia adalah orang-orang swasta……… Betul Kan…….. .!?
    Mengapa Negara Yang merdeka ini masih membeda-bedakan statusnya…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: