Putusan Antasari Bermasalah

Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam perkara pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen bakal dieksaminasi atau pengujian dan pemeriksaan terhadap produk peradilan yang dinilai pemyimpang. Eksiminasi ini akan dilakukan sejumlah perguruan tinggi dan Komisi Yudisial. Alasannya, putusan majelis hakim terhadap Antasari Azhar dinilai memiliki banyak kelemahan.

“Selain (mengajukan) banding, kami juga meminta beberapa perguruan tinggi melakukan eksaminasi atas putusan itu,” kata penasehat hukum Antasari, Juniver Girsang, di Jakarta, kemarin (13/2). Namun perguruan tinggi mana yang melakukan eksaminasi, dia belum bersedia menyebutkan. “Sedang kami kaji,” elaknya.

Dia mengharapkan, melalui proses eksaminasi itu, akan ada proses penilaian secara independen terhadap putusan hakim. “Menurut kami, dalam putusan terdapat kejanggalan-kejanggalan yang sangat kelihatan sekali,” kata terang Juniver.
Selain eksaminasi oleh perguruan tinggi, Juniver mengungkapkan, pihaknya juga akan menyampaikan persoalan tersebut ke DPR. “Kami meminta ada pengawalan terhadap kelanjutan proses ini,” kata pengacara senior itu.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan tim pengacara akan mengadukan persoalan putusan tersebut ke Komisi Yudisial. Misalnya terkait vonis bagi Antasari yang disebut turut serta melakukan penganjuran melakukan pembunuhan berencana. Padahal sebelumnya, jaksa selalu menyebut mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) iu sebagai aktor intelektual (intellectual dader).
Peran turut serta melakukan penganjuran melakukan pembunuhan berencana juga terdapat dalam vonis Sigid Haryo Wibisono dan Wiliardi Wizar. “Ini menunjukkan ada ketidakpastian dan ketidakjelasan putusan,” urai Juniver.
Seperti dalam pledoi (pembelaan), kata Juniver, pihaknya meminta ada tindak lanjut dari SMS bernada ancaman terhadap Nasrudin yang mengatasnamakan Antasari. Jika itu diketahui, maka bisa diselidiki siapa sebenarnya aktor di balik pembunuhan itu. “Tapi itu tidak dikaji sama sekali (oleh hakim),” keluhnya.
Seperti diketahui, majelis hakim PN Jaksel memberikan vonis untuk empat terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin. Mereka adalah Antasari Azhar yang divonis 18 tahun, Sigid Haryo Wibisono (15 tahun), Wiliardi Wizar (12 tahun), dan Jerry Hermawan Lo (5 tahun). Atas putusan itu, semua terdakwa dan penasehat hukumnya kompak menyatakan mengajukan banding. Sementara jaksa penuntut umum masih memanfaatkan waktu tujuh hari untuk menentukan sikap, mengajukan banding atau tidak.
Terpisah, anggota KY Soekotjo Soeparto mempersilakan jika ada pihak-pihak yang merasa keberatan dengan putusan PN Jaksel tersebut.
“Silakan datang ke KY dan bawa putusannya, nanti kami kaji,” kata Soekotjo ketika dihubungi, tadi malam.
Namun Soekotjo menolak berkomentar banyak seputar putusan untuk Antasari Azhar tersebut. Menurutnya, wajar jika ada pihak yang tidak sependapat dengan suatu putusan. “Kalau kami (KY) tidak bisa langsung komentar. Harus baca salinannya dulu, lalu kami plenokan,” urainya koordinator bidang Hubungan Antar Lembaga KY itu.
Menurut dia, jika melihat dari tayangan langsung televisi, hakim dalam persidangan sudah obyektif. Namun dia mempersilakan jika masih ada upaya-upaya hukum yan akan ditempuh. “Biarkan berjalan saja. Nanti kami juga akan nilai secara lengkap jika sudah ada putusan dan pleno,” kata pria kelahiran Kediri itu.(fal/jpnn/hpz)

Iklan

Posted on 15/02/2010, in national and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: