Blak-blakan Depkeu di Buku Putih Century (1)

 

BUKU PUTIH – Buku Putih Kasus Century berjudul "Upaya Pemerintah Dalam Pencegahan dan Penanganan Krisis" yang disusun oleh Tim Asisten Sosialisasi Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan, Departeman Keuangan Republik Indonesia, akan diterbitkan di Jakarta, Rabu 13/1 Buku Putih setebal 74 halaman ini berisikan Latar belakang perekonomian global dan nasional pada masa itu, hingga peran dan fungsi Bank Indonesia BI, Komite Stabilitas Sistem keuangan KSSK, dan Lembaga Penjamin Simpanan LPS dalam mengambil keputusan dan penanganan Bank Century.

Buku karya George Junus Aditjondro yang berjudul Membongkar Gurita Cikeas sempat menjadi kontroversi. Buku yang mengupas keterkaitan lingkungan Cikeas (alias SBY) dengan skandal Bank Century ini membuat heboh masyarakat luas. Merasa perlu meluruskan informasi soal Bank Century, Departemen Keuangan menerbitkan "Buku Putih" berjudul Upaya Pemerintah dalam Pencegahan dan Penanganan Krisis.

Buku yang disusun sejak Desember 2009 oleh Tim Asistensi Sosialisasi Krisis Sistem Keuangan Departemen Keuangan ini berisi penjelasan proses penyelamatan bank bermasalah tersebut. Buku ini berusaha memaparkan proses pengambilan keputusan pemberian dana talangan kepada bank yang telah berganti nama menjadi Bank Mutiara ini oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Dominasi isinya menjelaskan keberhasilan pemerintah mencegah krisis keuangan dunia mengguncang perekonomian Indonesia.

Sebagian besar isi buku ini berupa potongan-potongan berita di surat kabar dan data pendukung, seperti dari Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, Bank Indonesia, dan sumber lain.

Buku setebal 74 halaman ini terdiri dari 10 bab. Bab I diawali dengan "Bank Century, Sebuah Polemik di Balik Pemulihan Krisis Ekonomi". Di dalam bab ini diceritakan awal mulanya pengucuran dana talangan tersebut menjadi polemik hingga akhirnya DPR mengusulkan hak angket untuk menyelidiki proses penanganan Bank Century.

Polemik bermula pada 21 November 2008 saat Bank Century masuk penanganan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berdasarkan keputusan KSSK. Dari penyertaan modal sementara (PMS) yang sebelumnya diperkirakan Rp 683 miliar, kemudian melonjak menjadi Rp 6,67 triliun. Ini membuat Komisi XI DPR, bahkan Wapres Jusuf Kalla, menjadi berang karena merasa tidak dilibatkan dan ada kejanggalan dalam pemberian dana talangan itu. Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati dan anggota KSSK, yang saat ini menjabat Wakil Presiden, Boediono, kemudian dituding melakukan mekanisme pengambilan keputusan yang tertutup dan tidak proporsional.

Bola panas pun bergulir hingga kemudian akhir Juli 2009 Komisi XI DPR protes terhadap keputusan tersebut. Bahkan, ketepatan analisis BI yang menyatakan bahwa jika Bank Century tidak ditolong, diduga kuat akan berdampak sistemik juga diragukan banyak pihak.

Buku ini kemudian melanjutkan bahasannya saat DPR akhirnya meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigasi terhadap proses penanganan Bank Century. Atas hasil audit BPK, DPR mengusulkan hak angket untuk menindaklanjuti temuan BPK itu. Bab ini juga mengutip potongan berita di surat kabar harian Kompas tanggal 1 September 2009 yang berisi komentar Wapres Jusuf Kalla yang membantah pernyataan Sri Mulyani bahwa telah melaporkan kasus Bank Century pada 22 November 2008. Ada juga potongan berita dari kantor berita Antara tanggal 10 September 2009 yang memuat pernyataan anggota Komisi XI DPR, Ramson Siagian.

"Ini salah persepsi karena pemerintah menganggap Perppu masih berlaku sebab DPR tidak secara tegas menyatakan perppu tersebut ditolak. Jadi, ini wilayah abu-abu. Waktu itu, DPR tidak tegas menyatakan menolak Perppu JPSK (Jaring Pengaman Sistem Keuangan), tetapi meminta agar pemerintah memproses RUU JPSK, artinya bagi pemerintah, selama RUU belum selesai, maka Perppu berlaku. Harusnya DPR waktu itu menyatakan dulu ditolak," ungkap Ramson, seperti dikutip dalam Buku Putih.

bersambung-

Iklan

Posted on 13/01/2010, in national and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: