Kenapa Minum Jus Lebih Sehat?

Buah-buahan adalah sumber antioksidan yang baik untuk melindungi tubuh dari penyakit degeneratif seperti jantung dan kanker. Namun, antioksidan dalam buah dan sayur paling baik manfaatnya untuk tubuh bila diolah menjadi jus.
Mengapa harus jus, bukankah sayuran dan buah dalam bentuk aslinya juga sehat? Bukankah jus lebih miskin serat dibandingkan dengan buah dan sayuran dalam bentuk aslinya?
Michael T. Murray, ND, dalam bukunya berjudul The Complete Book of Juicing membenarkan bahwa kita membutuhkan serat dalam sayuran dan buah. “Tapi, kita juga butuh jus. Serat dibutuhkan untuk menurunkan kadar kolesterol. Jus dibutuhkan karena kandungan gizi di dalamnya,” tulis Murray dalam bukunya.
Secara rinci ia menjelaskan bahwa tubuh kita mengubah makanan yang diasup menjadi berbentuk jus supaya lebih mudah diserap. Mengonsumsi jus berarti membantu proses pencernaan tubuh dengan mempercepat penyerapan nutrisi kualitas tinggi yang terkandung di dalamnya. Akibatnya, tingkat energi tubuh jadi meningkat, lebih fit, dan jarang sakit-sakitan seperti yang dialami oleh Cherie.

Murray menguraikan bahwa kandungan gizi yang terkandung di dalam jus tergolong lengkap. Oleh karenanya, ia menyarankan untuk memulai sarapan pagi dengan segelas jus, jangan segelas kopi. Dalam segelas jus terdapat air, protein, karbohidrat, asam lemak esensial, vitamin, dan mineral. Di samping itu, juga terdapat enzim, karoten, flavonoid, dan klorofil. Semua yang telah disebutkan di atas sangat bermanfaat untuk kesehatan.
Air yang terkandung dalam buah-buahan yang dijus jelas air alami bebas klorin dan fluoride. Memang, sayur dan buah sering dianggap sebagai sumber protein yang miskin. Misalnya dalam 16 ons wortel yang dijus, hanya bisa memberikan lima gram protein. Sumber karbohidrat bisa diperoleh dari sayuran dan kacang-kacangan. Keduanya merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik.
Sementara itu, kandungan lemak dalam jus sayur dan buah-buahan terhitung sedikit. Lemak yang ada di dalamnya adalah jenis yang menguntungkan untuk kesehatan, yaitu asam lemak esensial, asam linoleic, dan asam linolenic. Asam lemak ini memegang peranan penting sebagai komponen sel saraf, membran sel, dan zat sejenis hormon di dalam tubuh.
Tidak kalah penting adalah kandungan vitamin dan mineral dalam jus. Vitamin bersama enzim berperan dalam reaksi kimia yang penting untuk fungsi tubuh, termasuk produksi energi. Mineral diperlukan untuk menyusun komposisi tulang, darah, dan pemeliharaan fungsi sel tubuh.
Jus segar sering disebut makanan “hidup” karena di dalamnya terkandung enzim. Zat ini hanya terdapat dalam makanan mentah seperti jus karena sangat sensitif terhadap panas. Enzim ini akan mencerna makanan, sehingga membantu enzim pencernaan di dalam tubuh.
Bila makanan dicerna oleh enzim yang terdapat di dalamnya, tubuh akan mengeluarkan lebih sedikit enzim. Ini akan membuat energi vital di dalam tubuh dialihkan dari mencerna makanan ke fungsi tubuh yang lain seperti perbaikan dan peremajaan tubuh.
Jus juga hanya membutuhkan sedikit energi untuk mencerna, hanya lima menit. Bandingkan dengan makanan berat seperti steik dan kentang yang tinggal dalam perut selama empat jam dan tubuh bekerja keras mencernanya, sehingga energi terkuras. Tidak heran bila jus memberi energi yang tinggi untuk tubuh.
Segar dan Organik
Manfaat terbaik dari jus hanya bisa diperoleh dari jus segar buatan sendiri. Jus yang sudah diolah, dikemas, atau dijual di toko sudah kehilangan zat-zat bermanfaat di dalamnya. Malahan mungkin di dalamnya masih ditambah zat aditif dari bahan sintetis yang justru tidak bermanfaat untuk kesehatan.
Jus segar berisi enzim dan kandungan zat “hidup” di dalamnya. Enzim dalam jus ini tidak tahan panas, sehingga jus yang telah melalui proses pasteurisasi tidak mengandung enzim ini. Vitamin dan mineral di dalam jus olahan ini juga sudah jauh berkurang.
Ini terbukti dari sebuah penelitian di Amerika Serikat yang membandingkan efek anti virus yang terkandung dalam jus apel segar dengan jus olahan. Hasilnya, aktivitas antivirus hanya ditemukan di jus apel segar. Pasteurisasi pada jus olahan menyebabkan enzim yang berguna untuk aktivitas antivirus menjadi mati.
Meskipun amat bermanfaat untuk kesehatan, jus segar harus segera diminum selesai dibuat, tidak boleh disimpan terlalu lama. Buah dan sayuran akan kehilangan kandungan zat gizinya bila dimasak dan dibiarkan terbuka kena udara terlalu lama.
Misalnya, irisan ketimun akan kehilangan vitamin C sebanyak antara 41 persen sampai 49 persen bila dibiarkan begitu saja selama tiga jam. Bila tidak memungkinkan untuk segera meminumnya setelah dibuat, simpan jus di dalam termos atau dalam wadah yang tertutup rapat di dalam kulkas.
Hati-hati pula dengan kandungan gula yang terkandung dari jus buah-buahan. Meski gula tersebut alami dari buah itu sendiri, batasi konsumsi jus sehari-hari dan jangan terlalu banyak.
Penderita hipoglikemia, gout, dan diabetes harus hati-hati dengan rasa manis ini dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memasukkan jus dalam menu harian. Salah satu cara untuk mensiasati kandungan gula adalah dengan menyantap makanan bersama dengan jus. Langkah ini akan memperlambat penyerapan gula. Jangan lupa, minum segelas air putih.
Kandungan gula asli dalam buah-buahan menyebabkan kandungan kalorinya cukup tinggi pula, sehingga perlu hati-hati dikonsumsi orang yang ingin menurunkan berat badan. Pilihlah sayuran yang lebih rendah kadar kalorinya dan tinggi kandungan gizinya.
Namun, sayuran rasanya kurang enak di lidah bila dibandingkan dengan buah-buahan dan berbau langu. Cara cerdik mengatasinya adalah dengan mencampur sayuran bersama buah untuk dijadikan jus. Misalnya mencampur seledri atau bayam dengan apel, wortel atau tomat.
Untuk membuat jus, usahakan jangan menambahkan air. Gunakan buah-buahan yang mengandung air, semisal nanas. Jus terlebih dahulu buah-buahan yang lebih lembut, baru kemudian buah yang keras seperti apel dan pir.
Jangan lupa untuk mencuci dan mengupas buah-buahan yang akan dijus, kecuali yakin yang akan digunakan adalah produk pertanian organik. Pertanian nonorganik mempergunakan pestisida yang menempel di kulit buah-buahan. Belum lagi zat pengawet berupa lilin yang dioleskan di kulit buah.
Jika tidak ingin mengupas kulitnya, rendam terlebih dahulu buah-buahan tersebut dalam air yang diberi sabun khusus pencuci buah. (Diyah Triarsari/Gaya Hidup Sehat)

Iklan

Posted on 12/01/2010, in kesehatan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. indonesia daerah subur, kaya buah, mari kuta manfaatkan demi kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: