"Noordin M Top" Ditangkap di Makassar

Perburuan terhadap Noordin M Top terus dilakukan. Di Makassar, tim Unit Khusus Kepolisian Sektor Kota Panakkukang menangkap seorang pria mencurigakan yang mirip gembong teroris itu, di sebuah rumah kontrakan di Jalan Pengayoman Blok F5 Nomor 5, belakang RS Bersalin Bunda, Kecamatan Panakkukang, Sabtu 25 Juli.
Dari hasil penangkapan, pria yang wajahnya mirip Noordin itu bernama Drs Taufan Haji alias Drs Mustofa Akbar. Penangkapan dilakukan setelah pemilik kontrakan melaporkan keberadaan orang yang gerak-geriknya mencurigakan tersebut.

Mendapat laporan itu, empat polisi langsung menuju lokasi tersebut dan melakukan penyelidikan di kamar 103, tempatnya menginap.
Kecurigaan polisi kian besar setelah melihat langsung Taufan. Sepintas, raut wajah lelaki ini ada kemiripan dengan gembong teroris Noordin M Top. Polisi langsung mendobrak pintu kamar dan menggelandang Taufan ke kantor polisi. Penangkapan dilakukan sekira pukul 05.30.
Saat ditangkap, Taufan sedang mengutak-atik laptop miliknya. Lelaki berjenggot itu mengenakan baju kaos berkerah warna merah dan celana kain warna hitam. Ia hanya mengenakan sendal jepit saat dibawa ke kantor polisi.
Polisi juga menyita barang bukti berupa, lima buah KTP dengan dua identitas. Dari KTP itu, pelaku memiliki dua nama dari lima KTP dengan alamat dan tanggal kelahiran berbeda, jenis pekerjaan wiraswasta.
Pelaku menggunakan nama Taufan dan Mustofa Akbar dengan alamat Magetan, Surabaya, Luwuk Banggai, dan Sumenep. Di antaranya tertulis kelahiran tahun 1961, tahun 1963 dan tahun 1964, bulan, tanggal, dan alamat juga berbeda. Namun, diketahui jika yang bersangkutan beralamat di Desa Tulung, Kecamatan Kewadenganan, Kabupaten Magetan.
Selain itu polisi juga menyita barang bukti lainnya berupa satu unit laptop 8 inc, flashdisk, tiga handphone, dua paspor, dua SIM A dan C, satu kartu kredit Bank Permata, tiga lembar kartu kredit Bank Internasional Indonesia, lima lembar kredit Lippo Bank, dua kartu kredit Bank Mandiri, tiga kartu kredit BCA, lima kartu ATM (tiga mandiri, satu Lippo, satu BCA).
Polisi juga menyita sepuluh lembar chip handphone, dua buku tabungan Bank Batara dan Bank Mandiri, tiga lembar kartu perdana (mobile, wimode, flexi), sepuluh lembar voucher, dan uang tunai Rp 700 ribu.
Yang paling mencurigakan polisi adalah, Taufan juga melengkapi dirinya dengan peta seputar Sulawesi Selatan, khususnya Makassar. Satu lembar kertas yang disita polisi juga menunjukkan sketsa rumah jabatan Gubernur Sulsel dan BNI di Jalan Jenderal Sudirman.
Atas penangkapan itu, polisi langsung melakukan interogasi. Hasil sementara, Taufan mengaku berhasil melakukan praktik pembobolan empat buah bank. Kepada penyidik, Taufan mengaku telah berhasil mengambil uang lebih Rp 100 juta dari empat bank berbeda tersebut.
Informasi yang dihimpun Fajar merinci uang yang telah berhasil dibobol Taufan di antaranya Bank Mandiri senilai Rp 40 juta, Lippo Bank Rp 10 juta, BII senilai Rp 29 juta, dan BCA senilai Rp 29 juta. Pembobolan tersebut diduga dilakukan secara online dengan menggunakan laptop miliknya.
"Namun sejauh ini modus pembobolan yang dilakukan masih kita dalami. Kita menduga praktik ini sudah lama dilakukan," ujar Kepala Kepolisian Resort Kota Makassar Timut, AKBP Mansjur yang didampingi Kapolsekta Panakkukang, AKP Satria A Vebrianto.
Mansjur juga mengaku belum mengetahui secara pasti aliran uang yang dibobol tersebut. Pihaknya untuk sementara mempelajari modus pembobolan dan identitas sebenarnya dari orang tersebut.
"Saat ini kita baru lakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengetahui apa saja kegiatannya, cara kerja membobol bank seperti apa," tandas Mansjur.
Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan, Taufan tiba di Makassar sejak 29 Juni lalu. Ia bertolak dari Kabupaten Luwuk Banggai dan masuk Makassar dengan pesawat Batavia Air. Sebelumnya, di Luwuk Banggai, Taufan menginap selama satu bulan.
Di Makassar Taufan dikabarkan bertemu dengan seorang rekannya bernama Samudi. Oleh Samudi, ia lantas dibawa ke sebuah rumah kontrakan di Jalan Abasia Nomor 96 Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang. Namun, baru sembilan hari di tempat itu pemilik kontrakan langsung mengusir. Alasannya, Taufan menolak menyerahkan identitas berupa KTP.
"Kamar kontrakannya telah dibayar lunas selama satu bulan sebanyak Rp 1,5 juta. Selama berada di kontrakan itu, Taufan kerap keluar jam sebelas malam. Subuh baru pulang. Alasannya ia keluar mencari warnet," ujar sumber Fajar di kepolisian.
Setelah diusir dari kontrakan itu, Taufan lantas menuju salah satu kontrakan di Jalan Pengayoman. Di tempat ini, ia menginap di kamar 103 lantai dua.
"Tanggal 1 Juli ia datang mencari kamar kosong. Nanti ada tanggal 7 Juli baru masuk," terang pemilik rumah kontrakan bernama Kasmawati, 37.
Berbeda dengan di kontrakan pertamanya, kali ini Taufan bersedia menyerahkan identitasnya. KTP buatan Luwuk Banggai yang diserahkan ke pemilik rumah. Kasmawati mengatakan, Taufan mengaku bekerja sebagai kontraktor dan mengurus sebuah proyek di Makassar. Di kontrakan Kasmawati terdapat 22 penghuni lainnya.
Dari paspor yang disita, Taufan diketahui telah malang melintang dari beberapa negara. Negara yang pernah dikunjunginya adalah Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang dan Australia. Kunjunga ke negara tersebut dilakukan sejak tahun 1995 hingga tahun 1997.
Atas tangkapan itu, Kepala Kepolisian Daerah Sulselbar, Inspektur Jenderal Polisi Mathius Salempang langsung mendatangi Polresta Makassar Timur. Mathius sempat menemui Taufan dan meminta keterangan seputar aktivitasnya. Sayangnya, Mathius enggan membeberkan hasil pertemuannya dengan Taufan.
"Untuk sementara penyidik sedang bekerja keras untuk mengungkap siapa sebenarnya dia," jelas Mathius saat dicegat wartawan usai menemui Taufan.
Pewira tinggi Maber Polri ini mengatakan urung berspekulasi apakah Taufan punya kaitan khusus dengan jaringan teroris atau malah menjadi penyandang dana bagi kejahatan internasional itu. Namun, sambungnya, kewaspadaan aparat keamanan tetap ditutut untuk respek dengan seluruh laporan yang diterima dari masyarakat.
"Kami juga apresiatif dengan masyarakat yang melaporkan adanya orang yang mencurigakan itu. Masyarakat memang harus tanggap dan jeli melaporkan ke polisi jika melihat ada orang yang mencurigakan di sekitar lingkungannya," imbau Mathius.
Ditahan di Soppeng
Sementara itu, aparat Kepolisian Resort Watansoppeng juga mengamankan seseorang bernama, Ikal, alias Udo, alias Anu Bin Maslam, 29, yang mengaku sebagai warga negara Malaysia. Dikhawatirkan lelaki berambut ikal itu salah satu dari jaringan pelaku bom di Mega Kuningan, Jakarta 17 Juli lalu.
Lelaki berbaju hitam itu, diamankan warga Dusun Maniangpatu, Desa Lampule, Kecamatan Ganra, Soppeng, di perbatasan Kabupaten Soppeng-Wajo, sekira pukul 23.30 Wita. Dia diamankan lantaran gerak geriknya yang mencurigakan. Dia lantas diamankan di Desa Walangi, Ganra. Kemudian diteruskan ke Polsek Ganra, Soppeng.
Dari tangannya ditemukan satu lembar kartu tanda penduduk atas nama Jusri. Dari identitasnya disebutkan jika dia lahir di Patihi, 7 Juli 1980. Dia menetap di RT 000/ RW 000, Desa Sappanang, Kecamatan Kajang, Bulukumba. Kendati demikian, aparat kepolisian menilai identitas yang digunakan tersebut palsu.
"Dari hasil penyelidikan, yang bersangkutan tidak memiliki identitas. KTP atas nama Jusri, hanya identitas palsu. Foto yang ada dalam KTP berbeda dengan wajahnya," kata Kasat Intelkam Polres Soppeng, AKP Andi Hasan. (rah-abg-asr)

Sumber: http://www.fajar.co.id

Iklan

About Resi Andriani

Selamat datang di Blog Pribadi saya drwskincare Resi andriani, saya adalah salah satu Beauty Consultant di Drwskincare. Tujuan saya untuk buat blog ini adalah untuk berbagi informasi dan edukasi bagi teman-teman semua mengenai produk-produk resmi yang ada di drwskincare. semua pertanyaan juga bisa saya jawab di no wa saya 085271792673, jangan sungkan ya untuk mendapatkan Info mengenai drwskincare.. :)

Posted on 26/07/2009, in Bom Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Akhirnya dapat juga biangnya

  2. Tabea… Met Baku Dapa n Salam Kenal. Artikelnya Bagus n Menarik. Aku Suka Itu n Sukses Selalu. Thanks,-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: