Ledek SBY, Noordin ‘Lanjutkan’ Teror Bom

Presiden SBY amat mencemaskan kiprah gembong terorisme Indonesia, Noordin M Top, menyusul tewasnya Dr Azahari. Ini wajar karena Noordin tak kunjung tertangkap. Seolah berlomba dengan SBY, Noordin dengan leluasa menunjukkan kemampuannya melanjutkan aksi biadabnya dengan menebar teror. Ini sebuah pelecehan sekaligus tantangan. Terorisme lanjutan harus dibabat. Mengapa?

Pengeboman Hotel JW Marriott dan Hotel The Ritz-Carlton di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7) pagi memang diduga berkaitan erat dengan aksi teror yang selama ini dilakukan Noordin M Top. "Dari modus yang dilancarkan, ini jelas terkait Noor M Top," kata Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Ansyaad Mbai.

Meski modus yang digunakan masih konvensional, yakni bom bunuh diri, teror ini dilakukan dengan cara yang lebih canggih, yakni langsung menyusup ke dalam sasaran. Dalam berbagai aksi teror sebelumnya, bom bunuh diri hanya dilakukan di luar, di halaman hotel. Namun kali ini, di tengah sistem pengamanan yang sudah begitu ketat, mereka bisa menembus hingga ke target sasaran utama.

Menurut Mbai, jaringan Noordin terbukti aktif. Meski dalam empat tahun terakhir aksi terorisme tidak terjadi di Indonesia, Noordin M Top beserta sel-sel jaringannya terus aktif melakukan konsolidasi. Padahal dalam kurun waktu tersebut aparat juga kerap menyisir dan menangkap para kaki tangan Noordin M Top.

Para analis melihat, pemboman Mega Kuningan kemarin merupakan bukti bahwa jaringan Noordin M Top masih kuat. Oleh karenanya, menangkap dalang aksi teror itu harus menjadi prioritas aparat keamanan. "Selama aktornya belum ditangkap, ya segala upaya antisipasi seperti apa pun akan sia-sia," ujar Mbai.

Pengajar Program Pascasarjana Intelijen Strategis, Universitas Indonesia, Andi Widjajanto mencatat, aksi teror itu sangat mencemaskan Presiden SBY. Jadi tak hanya mencemaskan masyarakat, bahkan presiden pun sangat cemas.

Indikasi kecemasan SBY itu adalah pertama, bagi SBY aksi teror itu dikhawatirkan terkait dengan keberadaan kelompok-kelompok politik yang tidak puas dengan hasil Pemilu 2009. Ada kesan, demikian Andi Widjajanto, bahwa SBY menduga ada elemen-elemen radikal di kelompok Mega-Prabowo, JK-Wiranto, atau kelompok golongan putih, yang berketetapan menggunakan metode kekerasan untuk menolak hasil Pemilu 2009.

Kedua, Andi mencatat bahwa bagi SBY aksi teror terkait dengan keselamatan dirinya sebagai kepala negara. Penggunaan secara demonstratif gambar latihan penembakan yang menggunakan foto SBY sebagai target menunjukkan tingginya kecemasan SBY dengan keselamatan dirinya. Secara tidak langsung SBY mengkhawatirkan kualitas pengamanan berlapis yang selama ini digelar olehPasukan Pengaman Presiden (Paspampres).

Ketiga, bagi Presiden SBY aksi teror terkait dengan kemunculan kelompok baru yang disebut sebagai drakula politik. Kelompok ini terutama terdiri dari para pelaku kejahatan di masa lalu yang lolos dari jerat hukum.

Beberapa faktor yang disampaikan presiden itu mengesankan bahwa aksi terorisme itu sangatlah mengerikan dan mencemaskan.

Dalam beberapa waktu terakhir, aparat sudah melakukan penyisiran dan penangkapan di beberapa daerah yang diduga sebagai tempat persembunyian dan aktivitas Noordin M Top dan kaki tangannya. Ini mencskup Cilacap (Jawa Tengah), Bandarlampung (Lampung), dan Malang (Jawa Timur).

Salah satu yang tertangkap adalah Syaefudin Zuhri, ketika penyisiran digelar di Cilacap, Juni 2009. Berdasar penuturan alumni sebuah pelatihan di kamp di Afganistan pada 1990, Noordin M Top masih memiliki pengaruh dan jaringan yang kuat di Indonesia.

Tak hanya itu. Noordin M Top masih sangat dilindungi oleh sesama anggota Jamaah Islamiyah (JI), sehingga aparat masih sulit untuk menemukan jejak secara pasti buronan nomor satu itu. Aksi teror lanjutan oleh jaringan Noordin M Top sudah sangat mencemaskan dan membuat geram semua pihak.

Andi Widjajanto menyarankan agar pemerintah terus menggelar strategi kontra-terorisme untuk membongkar jejaring teror dan pemerintah juga harus secara terpisah menekankan solusi-solusi hukum untuk menyelesaikan konflik-konflik politik.

Mantan Danjen Kopassus dan mantan Menko Polkam, Agum Gumelar melihat kecemasan dan kegeraman rakyat atas kejahatan terorisme itu sudah sedemikian seriusnya, sehingga terorisme dan Noordin M Top harus diganyang dan dibabat agar kecemasan semua pihak bisa dilenyapkan. "Bangsa kita harus bersatu mengatasi terorisme. Bahkan jika teroris itu tertangkap, mohon saya diijinkan yang menembak mati sebagai hukumannya," tegas Agum Gumelar. [P1]

By: Inilah.com

Iklan

About Resi Andriani

Selamat datang di Blog Pribadi saya drwskincare Resi andriani, saya adalah salah satu Beauty Consultant di Drwskincare. Tujuan saya untuk buat blog ini adalah untuk berbagi informasi dan edukasi bagi teman-teman semua mengenai produk-produk resmi yang ada di drwskincare. semua pertanyaan juga bisa saya jawab di no wa saya 085271792673, jangan sungkan ya untuk mendapatkan Info mengenai drwskincare.. :)

Posted on 21/07/2009, in Bom Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Teroris tiada henti bikin teror.. Sampai kapan ini kan berlank

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: