Kronologis Kehidupan Mega Bintang Micheal Jackson

1. Superstar dunia
Dilahirkan pada 19 Agustus 1958 di Gary, Indiana, Jackson mulai menyanyi sebagai anggota termuda band Jackson 5, dimana dia pertamakali meneken kontrak rekaman pada 1968 di usia ke-11.
Lagu-lagu hit seperti "ABC" dan "I’ll Be There" membuat band bersaudara ini menjadi grup musik pertama dalam sejarah pop AS yang memancangkan empat lagunya sekaligus dalam tangga lagu paling populer di AS. Tahun 1972 Jackson meluncurkan album solonya yang pertama.
Di tahun-tahun dini mereka, dibawah gemblengan keras sang ayah, mereka mencapai sukses besar.
Jackson kemudian mengatakan bahwa dia telah membangun rumah di Neverland, lengkap dengan kebun binaang, lintasan mini kereta api, bioskop dan komidi putar karena dia ingin memiliki tempat yang bisa menciptakan apapun yang tak pernah didapatnya di masa kecil.
Dia berkolaborasi dengan produser Quincy Jones untuk membuat "Off the Wall" (1979) yang membuat empat single-nya mencapai hit dan kemudian "Thriller" dimana tarian dan corak rock dan popnya menghasilkan tujuh lagu yang bertengger sekaligus di tangga Top Sepuluh lagu terpopuler AS dan bertahan hingga dua tahun.

Pada 2009 album ini mencetak rekor penjualan lebih dari 45 juta kopi di seluruh dunia.
Pada 1985, bersama Lionel Richie, dia menulis singlenya yang didekasikan untuk korban kelaparan di Afrika berjudul "We Are The World," yang menjadi salah satu lagu single paling cepat laris di masanya.
Album-album hit seperti "Bad" dan "Dangerous" mengikuti setelah itu, dan Jackson mulai menyebut diri sebagai Raja Pop ditengah rumor negatif mengenai kehidupan pribadinya.
Pada 1994, dia memberikan ganti rugi kepada seorang anak yang diduga menjadi korban pelecehan seksual dirinya di California.
Beberapa bulan kemudian, dia mengguncang dunia setelah menikahi anak perempuan satu-satunya Elvis Presley, Lisa Marie Presley, namun pasangan ini bercerai pada 1996.
Tahun itu juga, dia menikahi mantan perawat Debbie Rowe dan dikaruniai dua anak– Prince Michael Jackson I dan Paris Michael Katherine.
Mereka pisah ranjang pada 1999. Empat tahun kemudian dia dikaruniai satu lagi anak, Prince Michael Jackson II, dari seorang perempuan yang tak diketahui identitasnya. (*)

2. Michael Jackson Diduga Homoseksual

Setelah kematiannya pada 25 Juni lalu, cerita-cerita kehidupan Michael Jackson mulai terungkap. Kali ini mengenai orientasi seksualnya. Diduga Jacko sapaan akrabnya adalah seorang homoseksual.
Hal itu diungkap oleh seorang penulis biografi The King of Pop itu, Ian Halperin. Menurutnya Jacko adalah penyuka sesama jenis.
"Saat melakukan penelitian (waktu menulis biografi) saya berhasil menemukan bahwa Michael penyuka sesama jenis. Ia menyukai pria yang lebih muda. Tapi ia tak pernah tertarik pada anak-anak," ujar Ian seperti detikhot kutip dari Femalefirst, Selasa (30/6/2009).
Cerita Ian sekaligus menegaskan bahwa tuduhan pelcehan seksual Jacko terhadap anak-anak sama sekali tidak benar. Pelantun ‘Man In The Mirror’ itu pernah dituduh melecehkan dua anak laki-laki, Jordan Chandler. 13 tahun, dan Gavin Arvizo, 11 tahun pada 1993 silam. Dengan jelas Ian mengungkapkan bahwa itu tidak benar.
"Michael memang menyukai pria muda, tapi tidak semuda Jordan Chandler dan Gavin Arvizo," tegasnya lagi.
Walau melepaskan Jacko dari segala tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak, namun cerita versi Ian ini mendukung perkataan mantan istri Jacko Debbie Rowe yang menyebutkan bahwa ia bukan ayah biologis dari dua anak tertuanya.
Apakah hal itu akan mempengaruhi keputusan pegadilan mengenai hak asuh ketiga anak Jacko yang kini tengah jadi rebutan? Ngobrolin Michael Jackson lebih lanjut?

3.Jacko Berkepribadian Ganda, benarkah?

menjadikan anaknya sebagai "korban pembunuhan". King of Pop itu pun diduga berkepribadian ganda. Benarkah?
Jangan salah sangka, Jacko, sapaan akrabnya, memang tidak benar-benar menjadikan anak-anaknya korban pembunuhan. Namun ia memakai nama kedua anaknya dalam cerita seram ciptaannya.
Sebuah temuan mengejutkan dalam salah satu catatan-catanan kenangan Jacko. Dalam sebuah buku, Jacko pernah menulis kisah seram mengenai pembunuhan yang menggunakan nama kedua anaknya Prince dan Paris sebagai korbannya.
"Dia menusuk Prince dan membuatnya koma," demikian tulis Jacko dalam tulisannya seperti yang detikhot kutip dari New of The World, Selasa (30/6/2009).
Tak hanya itu, dalam tulisannya juga tergambar sebuah karakter sadis memakai pisau panjang yang membunuh istri serta anak-anaknya. Karakter itulah yang ditulis Jacko mencoba membunuh kedua buah hatinya Prince dan Paris.
Tulisan itu sungguh mencengangkan karena sangat sadis. Apalgi pelantun ‘Black or White’ itu menjadikan kedua anaknya sebagai korban pembunuhannya.
Seorang ahli Graphologis, Erik Rees ikut turun tangan dan mengamati tulisan-tulisan yang dibuat pria kelahiran Gary, Indiana itu selama 30 tahun. Erik mendapat kesimpulan bahwa ada kemungkinan Jacko memiliki kepribadian yang ganda.
Diduga gangguan jiwa yang dialaminya adalah akibat trauma masa kecilnya. Seperti yang telah diketahui publik, sejak masa kanak-kanak Jacko kerap mengalami penyiksaan dari ayahnya, Joe Jackson. Ngobrolin Michael Jackson lebih lanjut?

4.Kebanyakan Minum Obat, Perut Jacko Sering Dipompa

Kecanduan penyanyi Michael Jackson pada obat-obatan diungkap salah satu mantan pengasuh anak-anak King of Pop tersebut. Sang mantan pengasuh mengaku ia sering memompa perut Michael untuk mengeluarkan bermacam-macam obat penghilang rasa sakit yang diminumnya berbarengan.
"Aku sering sekali memompa perutnya. Dia terlalu banyak mencampur obat-obatan itu," ujar Grace Rwaramba, sang mantan pengasuh, seperti detikhot kutip dari CNN, Selasa (30/6/2009).
Saat mendengar berita meninggalnya Michael, Grace yang selama ini bermukim di Eropa langsung terbang ke Los Angeles. Dia sangat mengkhawatirkan kondisi ketiga anak pelantun ‘Ben’ tersebut.
Grace bekerja pada Michael bertahun-tahun lamanya. Dia awalnya bekerja sebagai asisten di kantor manajemen Michael sebelum akhirnya diminta menjadi pengasuh.
Grace mengaku dipecat Desember 2008. Namun ia masih kerap datang ke Los Angeles untuk menemui ketiga anak Micahel, Prince, Paris, dan Prince Michael II.
Soal aksi Michael yang kerap meminum berbagai obat penghilang rasa sakit berbarengan, Grace mengaku pernah mengungkapkan hal tersebut pada ibunda sang bintang Katherine. Namun saat itu, Michael malah menuduhnya sebagai pengkhianat.(eny/eny)

 

5. Jacko Kerap Menangis dalam Kesendirian

Puluhan penggemar Michael Jackson berkumpul di Santiago, Spanyol, Jumat (26/6), meratapi kepergian bintang pop legendaris yang akan melakukan konser pada 13 Juli mendatang di London.
ehidupan masa kecil yang terenggut dan pendidikan keras sang ayah yang acap ringan tangan, menjadi gambaran buram yang menutupi gemerlap perjalanan karier Michael Jackson sebagai mahabintang.
Gambaran ketidakbahagiaan itu menjadi salah satu kisah yang muncul ke permukaan, ketika Jacko, panggilan akrab Michael Jackson, diberitakan meninggal pada 25 Juni 2009 di sebuah rumah sewa di Holmby Hills, di Los Angeles, Amerika Serikat.
Masih lekat dalam ingatan banyak orang wawancaranya sepanjang 90 menit dengan host talkshow papan atas, Oprah Winfrey, pada 1993. Seringai menghiasi wajahnya ketika menceritakan masa kecil yang pahit itu.
Ia tak malu-malu mengakui acap menangis dalam kesendiriannya mengingat masa-masa itu. Penampilannya di depan publik saat itu adalah yang pertama setelah tahun 1979.
Ketika itu Jacko sedang menghadapi tuduhan pelecehan seksual terhadap bocah usia 13 tahun, Jordan Chandler, kisah yang kemudian menguak sedikit demi sedikit sisi gelap kehidupannya.
Tuduhan dan hujatan menderanya, termasuk dari kakak perempuannya, La Toya, yang menuduhnya mengidap pedofilia. Hari- harinya dipenuhi dengan kesibukan menangkis tuduhan. Menghadapi ber- bagai tekanan demi tekanan, Jacko diberitakan mulai mengonsumsi obat penghilang rasa sakit.
Pada musim gugur tahun yang sama itu, ia diberitakan menjadi pecandu obat-obatan. Kondisi kesehatannya merosot.
Harga yang dibayarnya sangat mahal. Ia harus membatalkan Dangerous World Tour untuk mengikuti program rehabilitasi dari kecenderungan mengonsumsi obat-obatan. Namun karirnya tidak berhenti di sini.
Jacko masih tetap berjaya. History World Tour ke-35 negara yang dijalaninya pada 1996-1997 berlangsung sukses. Seiring dengan itu, sisi kontroversial kehidupan pribadinya semakin mengemuka. Berkali-kali ia menjalani operasi memutihkan kulitnya. Ia menikahi perawat berijazah Deborah Jeanne Rowe, yang merawatnya ketika ia diberitakan menderita vitiligo. Rowe memberinya dua anak, melalui program bayi tabung. Jacko menceraikan Rowe dua tahun kemudian. Usia perkawinan yang tak jauh berbeda ketika ia menikahi Lisa Marie Presley, putri Elvis Presley.
Tak banyak yang diketahui umum mengenai kehidupan keluarganya. Jacko seperti melindungi ketiga anaknya, Michael Joseph Jackson Jr, Paris Michael Katherine Jackson, dan Prince Michael Jackson II, dari sorotan media. Pada sisi lain, Jacko tak selamanya bisa menutupi kehidupan pribadinya dari sorotan media. Ia terus didera tuduhan demi tuduhan pelecehan seksual kepada anak-anak. Morfin dan Demerol menjadi pelariannya.

 

6.Krisis Keuangan

Tahun 2005 menjadi masa terberat dalam kehidupannya. Ia cenderung mengisolasi diri, menelantarkan kariernya. Fox News pernah memberitakan bahwa Jacko mengalami krisis keuangan. Kondisi levernya pun memburuk, bahkan sempat muntah darah. Keluarganya, terutama adiknya, Janet Jackson, sangat mengkhawatirkannya. Sebuah sumber menyebutkan, kekhawatiran itu mendorong keluarga Jackson mengambil keputusan untuk melakukan kontak intensif dengan pengacara Jacko, Thomas Mesereau, untuk menyelamatkan kariernya.
"Saya sudah menekuni dunia hiburan sejak umur enam tahun. Sebagaimana Charles Dickens mengatakan, ada waktu-waktu yang menyenangkan, juga ada waktu-waktu yang sama sekali tidak menyenangkan. Tetapi, semua itu tidak akan membuat saya berganti karier. Walaupun beberapa orang, dengan sengaja, mencoba menyakiti saya, saya terus melangkah, karena ada keluarga yang mengasihi saya, ada keyakinan yang kuat, teman-teman yang demikian baik, dan para penggemar yang telah, dan terus, mendukung saya…"
Sepenggal kalimat di atas terselip dalam biografi Michael Jackson versi wikipedia.org, pada bab "Documentary, Trial, and Business Ventures". Penggemarlah yang selama ini terlihat tampil mendukungnya ketika "Raja Pop" itu menghadapi berbagai tuduhan, baik penganiayaan maupun pelecehan seksual. Di jajaran teman, selama ini hanya aktris senior Elizabeth Taylor yang terlihat terang-terangan membelanya.
Kini, ketika berita meninggalnya mulai terdengar, satu per satu "teman" mulai membuka suara. Madonna, dalam pengakuannya kepada Life versi online, mengaku menangis untuk beberapa lamanya ketika mendengar berita kepergian mahabintang itu selamanya. Perasaan sedih yang mendalam juga dialami Brooke Shields, yang pernah menjadi teman kencan Jacko. Keduanya datang sebagai pasangan pada malam penghargaan American Music Award 1984.
Sheryl Crow, yang pernah dua tahun bekerja sama dengan Michael Jackson dan tampil bersama pada Mei 1988, juga Justin Timberlake, yang tampil bersama di Madison Square Garden pada 2001, menyebut Michael Jackson sebagai jenius yang menginspirasi banyak orang, terutama kaum muda. Quincy Jones, yang bekerja sama dengan Jacko menggarap album Off The Wall, Thriller, dan Bad, mengaku sangat kehilangan. "Ia sudah saya anggap adik sendiri. Ia orang yang berdedikasi," katanya.
Michael Jackson bukan hanya dikenal melalui karya-karyanya. Para pengamat permusikan juga mencatatnya sebagai artis yang punya kepedulian mendalam pada masalah kemanusiaan. Pada 1999, ia terlibat dalam kegiatan amal penyanyi tenor Luciano Pavarotti untuk mendukung organisasi nirlaba Warchild. Hasil kegiatan itu disumbangkan kepada pengungsi Kosovo dan program pemberdayaan anak-anak di Guatemala.
Pada tahun 2000, ia tercatat dalam Guinness World Records karena telah mendukung 39 proyek amal, suatu prestasi yang belum berhasil disamai oleh artis mana pun. Enam tahun kemudian, dari institusi yang sama, ia menerima delapan penghargaan, di antaranya sebagai "First Entertainer to Earn More Than 100 Million Dollars in a Year", "Most Successful Entertainer of All Time". Pada tahun yang sama, dalam ajang World Music Awards, ia menerima Diamond Award, karena berhasil menjual lebih dari 100 juta album.

 

7. Mirip Elvis

Selama berkarier, Michael Jackson tidak ingin sekadar menjadi superstar. Dia menjalani profesinya sebagai penyanyi dengan berbagai obsesi. Seperti The Beatles, Jacko ingin menjadi yang paling besar, yakni seorang raja. Dia juga ingin meraih mahkota sang legendaris, yang tak lain adalah mantan mertuanya, Elvis Presley. Bahkan, banyak kalangan yang menyebut, Michael Jackson dan Elvis Presley adalah sama, baik saat masih hidup, maupun saat tutup usia.
Seorang pengamat musik dan pengarang lagu, Greil Marcus mengatakan, kemiripan dua musisi besar itu tidak mengada-ada. Keduanya memang memiliki banyak kesamaan, baik dari segi ketenaran, keunikan, dan ciri khas dalam bermusik, maupun kontroversinya. Elvis Presley sendiri meninggal akibat overdosis. Dia ditemukan meninggal di kamar mandi pada tahun 1977, dalam usia 42 tahun.
Sedangkan Jacko meninggal pada usia 50 tahun. Usia yang terbilang belum terlalu tua. Menyaksikan penampilan keduanya, siapa pun akan merasa takjub dan merinding. Keduanya juga merupakan revolusioner, tanpa menggunakan jalur politik. Mereka pun menentang adanya perbedaan antara kulit hitam dan kulit putih.
Kesamaan lainnya adalah, jika Elvis memiliki Graceland, Memphis, maka Jacko memiliki Neverland, California. Graceland maupun Neverland adalah simbol bagi masing-masing. Walaupun sering disamakan dengan Elvis, Jacko selalu menolak. Dia selalu mengatakan bahwa dirinya bukan dan tidak pernah ingin menjadi seorang Elvis Presley

 

Dari rangkaian kisah kehidupan sang diva legendaris dunia tersebut mengingatkankita pada sepenggal puisi karya Emha Ainun Nadjib. Seolah-olah, Emha telah berpesan kepada Michael Jackson (dan kepada kita semua), “Bersegeralah mengucapkan pengakuan!” Ini dia puisinya, “Ma’iyah Manembah“, Bagian V:

Kalau di dalam kepalamu terdapat akal
Kalau engkau mempekerjakan pikiran sehingga engkau mengerti
bahwa engkau tidak sanggup menciptakan dirimu sendiri
bahwa engkau tidak sanggup menghidupkan jantungmu sendiri
tidak sanggup menggenggam dan menjaga nyawamu sendiri
tidak sanggup menumbuhkan barang sehelai rambutmu sendiri
tidak sanggup meramu barang setetes dari darahmu sendiri
tidak sanggup menguasai nasibmu sendiri
tidak sanggup mengetahui kapan engkau mati
Sebelum tiba sesuatu yang melumpuhkan kakimu
Sebelum tiba kejadian yang mengagetkan otakmu
Sebelum tiba peristiwa yang membuntu arah langkahmu
Sebelum tiba waqi’ah yang menggelapkan hidupmu
bersegeralah mengucapkan pengakuan

Banyak hikmah yang kita petik dari kematian sang bintang, mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. kita dilahirkan mempunyai segala kelebihan dan kekurangan. Dan banyak dampak terhadap kehidupan kita kalau kita melenceng dari Sunatullah. Ingatlah selalu kisah sang legendaris semoga kita diberi Rahmat dari Allah SWT dan dimasukkan kedalam golongan hamba-hambanya yang selalu bersyukur.

Iklan

Posted on 30/06/2009, in Berita Populer and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: