Pesantren Terbesar Kampar Musnah

Kebakaran dahsyat melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Darun Nahdha Thawalib, Bangkinang Seberang, Kabupaten Kampar, Rabu (24/6) sekitar pukul 03.00 WIB. Satu santri tewas dengan tubuh luluh hangus.
Bangunan dua lantai dengan 14 ruang kelas dan satu blok (24 kamar) asrama putra, pesantren tertua dan terbesar di Kabupaten Kampar itu, tak bersisa dilalap api dan tinggal puing-puing saja.
Korban naas yang masih belia itu adalah Andi Febrianto Syahputra (13). Jasad anak sulung pasangan petani Muslim dan Upik dari Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kampar ini ditemukan tak berwujud lagi.

 

Anak lelaki yang dikenal berbakti terhadap orang tuanya ini menjadi korban karena sakit terlalu lelap tertidur. Ia diyakini baru sadar saat kebakaran sudah membesar dan tak bisa lagi keluar dari kobaran api. Meski, keheningan pagi buta itu dipecahkan teriakan kepanikan dan histeris santri yang berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api.
Kematian Andi tersebut menjadi kabar buruk bagi keluarga Andi. Apalagi keluarganya di Kota Garo tidak mempunyai firasat buruk sedikit pun. ‘’Kami sekeluarga dan orang tuanya Andi sama sekali tidak ada firasat bakal terjadi musibah ini. Cuma, informasi yang saya dapat dari anak saya yang juga nyantri di Darun, sehari sebelum kejadian Andi sempat berujar ke Etek yang biasa mengantar kateringnya, kalau dia akan pergi lama,’’ ceritanya Ahmad Zaidi, salah seorang keluarga Andi kepada Riau Pos, kemarin.
Jenazah Andi tiba di rumah duka sekitar pukul 11.30 WIB dan dikebumikan setelah salat Zuhur. ‘’Jasadnya diantar langsung oleh guru dan kawan-kawannya. Begitu tiba, langsung kita selenggarakan sampai dimakamkan setelah salat Zuhur,’’ kata Ahmad lagi.
Malam tadi, rumah duka di Komplek MDA Bustanul Huda, Kota Garo ramai dikunjungi sanak keluarga dan tetangga untuk bertakziah.
Menghadapi musibah begitu berat yang menimpa anak sulungnya, sang ayah Andi, Muslim hanya terdiam, tanpa kata-kata. Wajahnya mengeras dengan mata memerah. Sementara sang ibu, Upik terlihat sangat terpukul dan beberapa kali terlihat histeris dalam tangis dukanya.
Setelah ditinggal Andi, mereka hanya punya dua anak yang masih duduk di bangku SD. ‘’Ayahnya (Andi, red) belum mau bicara. Dia cuma bisa menangis, begitu juga ibunya. Mungkin besok (hari ini, red) atau lusa baru mau memberi keterangan,’’ jelasnya.
Ditanya tentang keseharian almarhum, Ahmad mengaku, Andi adalah anak yang periang dan mudah bergaul. ‘’Kalau pulang ke rumah, dia selalu juga main ke rumah saya. Karena anak saya Rizki Ahmaliandi juga mondok di Darun. Dengan tetangga-tetangga dia juga baik dan suka bertegur sapa,’’ ucapnya.
Kerugian materi akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp5 Miliar. Berdasarkan informasi yang dihimpun Riau Pos di lapangan, belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Tapi asal api pertama kali diketahui dari asrama putra dan kemudian menghanguskan 24 kamar di asrama putra tersebut. Setelah itu kobaran api semakin membesar dan dengan cepat menjalar ke 14 kelas (dari 24 kelas) yang berada di lantai 2 gedung pesantren yang berdiri sejak 1948 tersebut. Sedangkan bangunan di lantai 1 tidak terbakar, namun dikhawatirkan keamanannya karena kondisi bangunan mengalami retak-retak. Sejumlah ruangan yang luput dari kobaran api di antaranya 10 petak asrama putra dan seluruh asrama putri.
Informasi tentang kebakaran itu demikian cepat pula menyebar ke segenap lapisan masyarakat, terutama Bangkinang Seberang, Kota Bangkinang dan sekitarnya. Sehingga ribuan masyarakat saat kejadian hingga kemarin sore ramai mengunjungi Ponpes, termasuk para alumni.
Pesantren pimpinan H Syahrizul Nur ini, selain tertua dan terbesar di Kampar juga telah menelurkan ribuan alumni. Saat ini pesantren ini memiliki 750 siswa putra, 750 siswa putri. Kemarin sore, tinggal 10 santri yang belum dijemput orang tuanya dan saat ini ditempatkan di rumah penduduk.
Memang, saat terjadinya kebakaran, siswa tidak banyak berada di asrama karena sudah libur, dan yang masih berada di asrama rata-rata para santri yang orang tuanya berada jauh.
Kemarin, Wakil Bupati Teguh Sahono SP, Wakapolres Kompol A Sapar Nasution, bersama Camat Bangkinang Seberang Drs Muhammad, Kapolsek Bangkinang Iptu Firdaus, Danramil Kapten Junaidi meninjau lokasi kebakaran. Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Darun Nahdha Thawalib Bangkinang H Syahrizul Nur saat ditemui Riau Pos kemarin, tidak kuasa menyembunyikan rasa dukanya. Meski demikian, Syahrizul berusaha melayani wartawan yang hendak meminta keterangan. Dengan tabah dan mata yang agak memerah, Syahrizul menyebutkan bahwa jumlah ruangan yang terbakar sebanyak 14 yang terdiri dari ruangan labor IPA, labor komputer beserta isinya, ruangan Lembaga Kajian Dakwah Darun Nahdha (LKDN), studio radio beserta seluruh peralatannya serta berbagai media pengajaran yang digunakan untuk proses belajar mengajar.
Namun demikian, Syahrizul menegaskan bahwa musibah ini tidak akan mengganggu proses penerimaan siswa baru, karena pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Pemkab Kampar. Rencananya untuk kelancaran proses belajar mengajar di Ponpes tersebut, akan dilakukan peminjaman lokal dari tiga SDN, MDA dan MTs yang terdekat dengan lokasi Ponpes.
Sementara itu, Wakil Bupati Kampar Teguh Sahono SP didampingi Asisten Ekbang Setda Kampar Drs Masri Maahu mengungkapkan, Pemkab Kampar berupaya untuk membantu tanggap darurat seperti koordinasi peminjaman lokal sejumlah sekolah untuk proses belajar mengajar, pemberian bantuan kepada korban yang tertimpa musibah.
Dalam kesempatan tersebut Wabup juga mengimbau kepada PLN apabila melakukan pemadaman, diharapkan dapat memberitahukan secara luas kepada masyarakat melalui media lokal dan regional baik cetak maupun elektronik, sehingga masyarakat lebih siap dalam melakukan persiapan penerangan. ‘’Demikian juga kami imbau kepada masyarakat untuk berhati-hati mengawasi penerangan yang digunakan bila terjadi pemadaman oleh PLN,’’ ujarnya.
Kemudian, lanjut Wabup, Pembak Kampar tahun anggaran 2009 telah menganggarkan dana Rp4,5 miliar untuk pembangunan gedung berlantai tiga di Ponpes Darun Nahdha. Untuk itu dia mengharapkan kepada instansi terkait untuk segera mempercepat proses lelang dan administrasi agar pembangunan segera dapat dilaksanakan.
Sementara itu, Kakandepag Kampar Drs H Fairus MA didampingi salah satu alumni atau yang biasa disebut Abituren Ponpes Darun Nahdha H Damirus kepada Riau Pos mengimbau para alumni untuk dapat menyalurkan bantuan guna percepatan pembenahan Darun Nahdha. Jajaran Depag Kampar juga akan mengkoordinasikan dengan Kanwil Depag Riau, tentang berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan untuk membantu pembangunan kembali Darun Nahdha.
Kapolres Kampar AKBP H MZ Muttaqien SH Sik MAP kepada Riau Pos mengatakan bahwa pihaknya turut berduka atas musibah yang dialami oleh Ponpes Darun Nahdha tersebut. Terkait penyebab kebakaran, Kapolres menyebutkan bahwa hal tersebut masih dalam proses penyelidikan, karena hingga kemarin anggota Polres Kampar masih berada di TKP.(fia)

 

Kobaran api menghanguskan Pesantren Darun Nahdhah Thawalib Kampar. KIni pesantren terbesar itu tinggal puing. Satu santri hangus terbakar. (molly wahyuni/riau pos)

Iklan

About Resi Andriani

Selamat datang di Blog Pribadi saya drwskincare Resi andriani, saya adalah salah satu Beauty Consultant di Drwskincare. Tujuan saya untuk buat blog ini adalah untuk berbagi informasi dan edukasi bagi teman-teman semua mengenai produk-produk resmi yang ada di drwskincare. semua pertanyaan juga bisa saya jawab di no wa saya 085271792673, jangan sungkan ya untuk mendapatkan Info mengenai drwskincare.. :)

Posted on 25/06/2009, in Regional and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Semoga keluarga Andi dapat sabar menerima cobaan 😦

  2. salam semuanya,,, turut berduka atas musibah yang menimpa islamic darunnahdha..

    sesama islamic community, kami dari rekan islamic centre al-hidayah kampar juga turut berlasungkawa atas kejadian ini.
    semoga yang sedang dilanda musibah, tetap sabar dan memohon ampun kepada-Nya..amin…

    kami segenap comunitas islamic centre alhidayah kampar bisa di ajak share lewat forum sites di
    salam

  3. Masderu kurli

    بويا أومي ونحن كإنسان يمكن أن يكون مجرد المريض ، كل ما حدث لنا يجب أن يكون هناك نية محددة وغايات ، من مصير أننا لا نستطيع أن دودج ،

    بويا ، هدير أومي آسف على ما أصاب مدرستنا الصعود.
    تحياتي…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: