Skripsi tentang Audit; Hubungan Independen Auditor dengan Audit Fee

BAB I

PENDAHULUAN

Profesi akuntan publik merupakan profesi kepercayaan masyarakat. Dari
profesi akuntan publik, masyarakat mengharapkan penilaian yang bebas dan tidak
memihak terhadap informasi yang disajikan oleh manajemen perusahaan dalam
laporan keuangan (Mulyadi dan Puradiredja, 1998:3). Profesi akuntan publik
bertanggungjawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan
perusahaan, sehingga masyarakat memperoleh informasi keuangan yang andal
sebagai dasar pengambilan keputusan.

Guna menunjang profesionalismenya sebagai akuntan publik maka auditor
dalam melaksanakan tugas auditnya harus berpedoman pada standar audit yang
ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), yakni standar umum, standar
pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. Dimana standar umum merupakan
cerminan kualitas pribadi yang harus dimiliki oleh seorang auditor yang
mengharuskan auditor untuk memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup
dalam melaksanakan prosedur audit. Sedangkan standar pekerjaan lapangan dan
standar pelaporan mengatur auditor dalam hal pengumpulan data dan kegiatan
lainnya yang dilaksanakan selama melakukan audit serta mewajibkan auditor
untuk menyusun suatu laporan atas laporan keuangan yang diauditnya secara
keseluruhan. Namun selain standar audit, akuntan publik juga harus mematuhi kode etik
profesi yang mengatur perilaku akuntan publik dalam menjalankan praktik profesinya baik dengan sesama anggota maupun dengan masyarakat umum. Kode
etik ini mengatur tentang tanggung jawab profesi, kompetensi dan kehati-hatian
profesional, kerahasiaan, perilaku profesional serta standar teknis bagi seorang
auditor dalam menjalankan profesinya.

Akuntan publik atau auditor independen dalam tugasnya mengaudit
perusahaan klien memiliki posisi yang strategis sebagai pihak ketiga dalam
lingkungan perusahaan klien yakni ketika akuntan publik mengemban tugas dan
tanggung jawab dari manajemen (Agen) untuk mengaudit laporan keuangan
perusahaan yang dikelolanya. Dalam hal ini manajemen ingin supaya kinerjanya
terlihat selalu baik dimata pihak eksternal perusahaan terutama pemilik
(prinsipal). Akan tetapi disisi lain, pemilik (prinsipal) menginginkan supaya
auditor melaporkan dengan sejujurnya keadaan yang ada pada perusahaan yang
telah dibiayainya. Dari uraian di atas terlihat adanya suatu kepentingan yang
berbeda antara manajemen dan pemakai laporan keuangan.
Kepercayaan yang besar dari pemakai laporan keuangan auditan dan jasa
lainnya yang diberikan oleh akuntan publik inilah yang akhirnya mengharuskan
akuntan publik memperhatikan kualitas audit yang dihasilkannya. Adapun
pertanyaan dari masyarakat tentang kualitas audit yang dihasilkan oleh akuntan
publik semakin besar setelah terjadi banyak skandal yang melibatkan akuntan
publik baik diluar negeri maupun didalam negeri.

Selain itu terdapat kasus keuangan dan manajerial perusahaan publik
yang tidak bisa terdeteksi oleh akuntan publik yang menyebabkan perusahaan
didenda oleh Bapepam (Winarto, 2002 dalam Christiawan 2003:82).
Selain fenomena di atas, kualitas audit yang dihasilkan akuntan publik
juga tengah mendapat sorotan dari masyarakat banyak yakni seperti kasus yang
menimpa akuntan publik Justinus Aditya Sidharta yang diindikasi melakukan
kesalahan dalam mengaudit laporan keuangan PT. Great River Internasional,Tbk.
Kasus tersebut muncul setelah adanya temuan auditor investigasi dari Bapepam
yang menemukan indikasi penggelembungan account penjualan, piutang dan asset
hingga ratusan milyar rupiah pada laporan keuangan Great River yang
mengakibatkan perusahaan tersebut akhirnya kesulitan arus kas dan gagal dalam
membayar utang. Sehingga berdasarkan investigasi tersebut Bapepam menyatakan
bahwa akuntan publik yang memeriksa laporan keuangan Great River ikut
menjadi tersangka. Oleh karenanya Menteri Keuangan RI terhitung sejak tanggal
28 November 2006 telah membekukan izin akuntan publik Justinus Aditya
Sidharta selama dua tahun karena terbukti melakukan pelanggaran terhadap
Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) berkaitan dengan laporan Audit atas
Laporan Keuangan Konsolidasi PT. Great River tahun 2003.
Dalam konteks skandal keuangan di atas, memunculkan pertanyaan
apakah trik-trik rekayasa tersebut mampu terdeteksi oleh akuntan publik yang
mengaudit laporan keuangan tersebut atau sebenarnya telah terdeteksi namun
auditor justru ikut mengamankan praktik kejahatan tersebut. Tentu saja jika yang
terjadi adalah auditor tidak mampu mendeteksi trik rekayasa laporan keuangan maka yang menjadi inti permasalahannya adalah kompetensi atau keahlian auditor
tersebut. Namun jika yang terjadi justru akuntan publik ikut mengamankan
praktik rekayasa tersebut, seperti yang terungkap juga pada skandal yang
menimpa Enron, Andersen, Xerox, WorldCom, Tyco, Global Crossing, Adelphia
dan Walt Disney (Sunarsip 2002 dalam Christiawan 2003:83) maka inti
permasalahannya adalah independensi auditor tersebut. Terkait dengan konteks
inilah, muncul pertanyaan seberapa tinggi tingkat kompetensi dan independensi
auditor saat ini dan apakah kompetensi dan independensi auditor tersebut
berpengaruh terhadap kualitas audit yang dihasilkan oleh akuntan publik.
Kualitas audit ini penting karena dengan kualitas audit yang tinggi maka
akan dihasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya sebagai dasar
pengambilan keputusan. Selain itu adanya kekhwatiran akan merebaknya skandal
keuangan, dapat mengikis kepercayaan publik terhadap laporan keuangan auditan
dan profesi akuntan publik.

De Angelo dalam Kusharyanti (2003:25) mendefinisikan kualitas audit
sebagai kemungkinan (joint probability) dimana seorang auditor akan menemukan
dan melaporkan pelanggaran yang ada dalam sistem akuntansi kliennya.
Kemungkinan dimana auditor akan menemukan salah saji tergantung pada
kualitas pemahaman auditor (kompetensi) sementara tindakan melaporkan salah
saji tergantung pada independensi auditor. Sementara itu AAA Financial
Accounting Commite (2000) dalam Christiawan (2002:83) menyatakan bahwa
“Kualitas audit ditentukan oleh 2 hal yaitu kompetensi dan independensi. Kedua Dalam melaksanakan audit, auditor harus bertindak sebagai seorang ahli
dalam bidang akuntansi dan auditing. Pencapaian keahlian dimulai dengan
pendidikan formal, yang selanjutnya melalui pengalaman dan praktek audit
(SPAP, 2001). Selain itu auditor harus menjalani pelatihan teknis yang cukup
yang mencakup aspek teknis maupun pendidikan umum.
Penelitian yang dilakukan oleh Libby dan Frederick (1990) dalam
Kusharyanti (2003:26) menemukan bahwa auditor yang berpengalaman
mempunyai pemahaman yang lebih baik atas laporan keuangan. Mereka juga
lebih mampu memberi penjelasan yang masuk akal atas kesalahan-kesalahan
dalam laporan keuangan dan dapat mengelompokkan kesalahan berdasarkan pada
tujuan audit dan struktur dari sistem akuntansi yang mendasari.

Namun sesuai dengan tanggungjawabnya untuk menaikkan tingkat
keandalan laporan keuangan suatu perusahaan maka akuntan publik tidak hanya
perlu memiliki kompetensi atau keahlian saja tetapi juga harus independen dalam
pengauditan. Tanpa adanya independensi, auditor tidak berarti apa-apa.
Masyarakat tidak percaya akan hasil auditan dari auditor sehingga masyarakat
tidak akan meminta jasa pengauditan dari auditor. Atau dengan kata lain,
keberadaan auditor ditentukan oleh independensinya (Supriyono, 1988).
Standar umum kedua (SA seksi 220 dalam SPAP, 2001) menyebutkan
bahwa “Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi
dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor “. Standar ini mengharuskan
bahwa auditor harus bersikap independen (tidak mudah dipengaruhi), karena ia
melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum. Dengan demikian ia tidak
dibenarkan untuk memihak. Auditor harus melaksanakan kewajiban untuk
bersikap jujur tidak hanya kepada manajemen dan pemilik perusahaan, namun
juga kepada kreditor dan pihak lain yang meletakkan kepercayaan atas laporan
keuangan auditan.

Oleh sebab itu makalah ini membahas sebuah penelitian tentang independensi dan audit fee untuk melihat hubungan yang mempengaruhi independensi akuntan publik atau auditor.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

ETIKA Profesional

Etika profesional meliputi perilaku bagi seorang profesional yang dirancang untuk mencapai tujuan tujuan praktis dan idealistis. Sedangkan kode etik profesional dapat dirancang sebagai bagian untuk mendorong perilaku yang ideal.

Enam prinsip yang tergantung dalam kode etik dapat diidentifikasikan sebagai berikut :

v Tanggung awab

v Kepentingan publik

v Integritas

v Objektifitas dan independensi

v Kecermatan atau keseksamaan

v Lingkup dan sifat jasa.

Independensi

Independensi merupakan salah satu komponen etika yang harus dijaga oleh akuntan publik. Independensi berarti bahwa auditor harus jujur, tidak mudah dipengaruhi dan tidak memihak kepentingan siapapun, karena ia melakukan pekerjaannya untuk kepentingan umum. Auditor berkewajiban untuk jujur tidak hanya pada manajemen dan pemilik perusahaan, namun juga kepada kreditur dan pihak lain yang meletakkan kepercayaan pada pekerjaan auditor tersebut. Sikap mental independen tersebut meliputi independen dalam fakta (in fact) maupun independen dalam penampilan (in appearance). Independen dalam fakta adalah independen dalam diri auditor, yaitu kemampuan auditor untuk bersikap bebas, jujur, dan objektif dalam melakukan penugasan audit. Hal ini berarti bahwa auditor harus memiliki kejujuran yang tidak memihak dalam menyatakan pendapatnya dan dalam mempertimbangkan fakta-fakta yang dipakai sebagai dasar pemberian independen dalam fakta atauindependen dalam kenyataan harus memelihara kebebasan sikap dan senantiasa jujur menggunakan ilmunya (Munawir:1995:35 Sedangkan independen dalam penampilanadalah independen yang dipandang dari pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan yang di audit yang mengetahui hubungan antara auditor dengan kliennya. Auditor akan dianggap tidak independen apabila auditor tersebut mempunyai hubungan tertentu (misalnya hubungan keluarga, hubungan keuangan) dengan kliennya yang dapat menimbulkan kecurigaan bahwa auditor tersebut akan memihak kliennya atau tidak independen. Oleh karena itu, auditor tidak hanya harus bersikap bebas menurut faktanya, tapi juga harus menghindari keadaan-keadaan yang membuat orang lain meragukan kebebasannya (Munawir:1995:35). Lebih lanjut Munawir (1995:32) menyatakan bahwa berdasarkan ketentuan bursa efek, auditor akan dianggap tidak independen jika:

1. Kantor akuntan yang bersangkutan atau salah satu pegawainya menjadi pimpinan/direktur perusahaan klien.

2. Kantor akuntan yang bersangkutan atau salah satu pegawainya melakukan pekerjaan akuntansi klien, termasuk pembuatan jurnal, pencatatan dalam buku besar, jurnal penutup dan penyusunan laporan keuangan.

3. Kantor akuntan dengan klien saling melakukan peminjaman pribadi (kepentingan keuangan) dalam jumlah materiil ditinjau dari jumlah kekayaan auditor yang bersangkutan.

Sedangkan menurut Mulyadi (1998:50) hal-hal yang dapat mempengaruhi integritas, objektivitas dan independensi,antara lain:

1) Hubungan keuangan dengan klien

a. Hubungan keuangan dengan klien dapat mempengaruhi objektivitas dan dapat mengakibatkan pihak ketiga berKesimpulan bahwa objektivitas auditor tidak dapat dipertahankan. Contoh hubungan keuangan antara lain:

i) Kepentingan keuangan langsung atau tidak langsung dengan klien.

ii) Pinjaman dari/kepada klien, karyawan, direktur, atau pemegang saham utama dalam perusahaan klien.

. Dengan adanya kepentingan keuangan, seorang auditor jelas berkepentingan dengan laporan audit yang diterbitkan. Hubungan keuangan mencakup kepentingan keuangan oleh suami, isteri, keluarga sedarah semenda, sampai garis kedua auditor yang bersangkutan. . Jika saham yang dimiliki merupakan bagian yang material dari:

i) Modal saham perusahaan klien, atau

ii) Aktiva yang dimiliki pimpinan atau rekan pimpinan atau kantor akuntan publik suami atau isteri, keluarga saudara semendanya sampai dengan garis kedua. Kondisi ini bertentangan dengan integritas, objektivitas dan independensi auditor tersebut. Konsekuensinya auditor harus menolak atau melanjutkan penugasan audit yang bersangkutan, kecuali jika hubungan tersebut diputuskan.

Pemilikan saham diperusahaan klien secara langsung atau tidak langsung mungkin diperoleh melalui warisan, perkawinan dengan pemegang saham atau pengambilalihan. Dalam hal seperti itu pemilikan saham harus atau secepat mungkin auditor yang bersangkutan harus menolak penugasan audit atas laporan keuangan perusahaan tersebut.

2) Kedudukan dalam perusahaan. Jika seorang auditor dalam atau segera setelah periode penugasan, menjadi: (1) anggota dewan komisaris, direksi atau karyawan dalam manajemen perusahaan klien, atau (2) rekan usaha atau karyawan salah satu dewan komisaris, direksi atau karyawan perusahaan klien, maka ia dianggap memiliki kepentingan yang bertentangan dengan objektivitas dalam penugasan. Dalam keadaan demikian ia harus mengundurkan diri atau menolak semua penugasan audit atas laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan.

3) Keterlibatan dalam usaha yang tidak sesuai.

Seorang auditor tidak boleh terlibat dalam usaha atau pekerjaan lain yang dapat menimbulkan pertentangan kepentingan atau mempengaruhi independensi dalam pelaksanaan jasa profesional. Seorang auditor tidak dapat melakukan kerjasama bisnis dengan perusahaan klien atau dengan salah satu eksekutif atau pemegang saham utama.

Seorang auditor tidak dapat melakukan kerjasama bisnis dengan perusahaan klien atau dengan salah satu eksekutif atau pemegang saham utama.

4) Pelaksanaan jasa lain untuk klien audit. Jika seorang auditor disamping melakukan audit, juga melaksanakan jasa lain untuk klien yang sama, maka ia harus menghindari jasa yang menuntut dirinya melaksanakan fungsi manajemen atau melakukan keputusan manajemen. Contoh berikut ini menyebabkan auditor tidak independen:

a) Auditor memperoleh kontrak untuk mengawasi kantor klien, menandatangani bukti kas keluar (voucher) untuk pembayaran dan menyusun laporan operasional berkala, sedangkan pada saat yang bersamaan dia juga melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan klien tersebut. go publik, suatu kantor akuntan publik tidak dapat menjadi b) Jika perusahaan klien akan financial consultant) sekaligus auditor bagi klien tersebut, walaupun konsultan keuangan (partner yang ditugasi untuk melakukan audit berbeda dengan partner yang melaksanakan penugasan konsultasi.

5) Hubungan keluarga atau pribadi. Hubungan keluarga yang pasti akan mengancam independensi adalah seperti akuntan publik yang bersangkutan, atau staf yang terlibat dalam penugasan itu merupakan suami atau isteri, keluarga sedarah semenda klien sampai dengan garis kedua atau memiliki hubungan pribadi dengan klien. Termasuk dalam pengertian klien disini antara lain pemilik perusahaan, pemegang saham utama, direksi dan eksekutif lainnya.

6) Fee atau jasa lainnya. Anggota KAP tidak diperkenankan mendapatkan klien dengan cara menawarkan fee yang dapat merusak citra profesi. Akuntan publik tidak boleh mendapatkan klien yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik lain dengan cara manawarkan atau menjanjikan fee yang jauh lebih rendah dari fee yang diterima oleh kantor akuntan publik sebelumnya.

7) Penerimaan barang atau jasa dari klien. Akuntan publik, suami atau isterinya dan keluarga semendanya sampai dengan keturunan keduanya tidak boleh menerima barang atau jasa dari klien yang dapat mengancam independensinya, yang diterima dengan syarat tidak wajar, yang tidak lazim dalam kehidupan sosial.

8) Pemberian barang atau jasa kepada klien. Akuntan publik, suami atau isterinya dan keluarga sedarah semendanya sampai dengan garis keturunan kedua tidak boleh memberikan barang atau jasa kepada klien, dengan syarat pemberian yang tidak wajar, yang tidak lazim dalam kehidupan sosial. audit, juga

melaksanakan jasa lain untuk klien yang sama, maka ia harus menghindari jasa yang menuntut dirinya melaksanakan fungsi manajemen atau melakukan keputusan manajemen. Contoh berikut ini menyebabkan auditor tidak independen:

a) Auditor memperoleh kontrak untuk mengawasi kantor klien, menandatangani bukti kas keluar (voucher) untuk pembayaran dan menyusun laporan operasional berkala, sedangkan pada saat yang bersamaan dia juga melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan klien tersebut. go publik, suatu kantor akuntan publik tidak dapat menjadi

b) Jika perusahaan klien akan financial consultant) sekaligus auditor bagi klien tersebut, walaupun konsultan keuangan (partner yang ditugasi untuk melakukan audit berbeda dengan partner yang melaksanakan penugasan konsultasi.

BAB III

PEMBAHASAN ARTIKEL.

Keharusan dalam pengungkapan dari pembayaran seorang auditor untuk mengaudit dan Non Audit Servis menjawab mengenai pembayaran yang dapat merusak independensi dari seorang auditor. Simunic (1984) mendemonstrasikan bahwa pembayaran sangat potensial membuat ikatan ekonomis antara keduanya. Potensi ini berasal dari perhatian independensi akuntan. Kemudian studi empiris memiliki kecenderungan untuk fokus terhadap biaya antara NAS fee dan independensi auditor dengan memberikan perhatian yang relatif kecil terhadap audit fee.

Meskipun studi secara empiris telah gagal gagal menghasilkan hasil dari pengaruh NAS dan independensi auditor (Schneider, Church dan ely, 2006). Tindakan dari regulator, kantor akuntan dan auditee berkenaan dengan hubungan konsistensi dan kepercayaan ikatan ekonomis dapat melemahkan tingkat independensi auditor. Regulasi yang menghubungkan secara khusus dari NAS dengan mengambil bentuk dari keharusan pengungkapan dari tingkatan NAS yang disediakan oleh kantor akuntan. Keharusan ini pertama diperkenalkan di USA pada tahun 1978, kemudian diimplementasikan di UK. Di US keharusan ini tidak lama, dimana perusahaan menarik kembali pembelian dari auditor ketika pengungkapan diharuskan. Mengikuti kolapsnya enron pada tahun 2002. di UK memperkuat keharusan pengungkapan yang sudah ada. Sementara itu di US tindakan sarbanes oxley memperkenalkan kembali keharusan pengungkapan denagn memperluas peraturan.

Pada periode ini kantor akuntan telah konsisten dengan kesadaran akan ancaman independensi akuntan. Mengikuti kegagalan dari audit atas enron dan pengungkapan tingkatan NAS yang disediakan untuk enron oleh Auditor kantor akuntan mempublikasikan dalam konsutasi bisnis dimasa depan. Pricewaterhousecoopers mengumumkan keputusan “spin off”dari konsultasi bisnis pada tahun 2002.

Tindakan yang konsisten dengan hubungan antara NAS dan kelemahan dari independensi auditor, tidak ada literatur yang nebdasarinya, dalam bagian ini ada pilihan bentuk penelitian dari moel ikatan ekonomis. Beberapa penelitian memfokuskan hubungan auditee NAS dan audit fee, pengakuan ikatan sebagai funsi dari total fee oleh auditee. Untuk NAS dan kombinasi audit, dan total pendatap dari kantor akuntan. Pendekatan yang kedua diambil dari paper ini adalah dan dirujuk sebagai “total relative fee”

Untuk mengatasi ketidak mampuan peneliti mengamati secara langsung keadaan dari indepndensi auditor , peneliti dapat mengerjakannya secara tidak langsung dengan menggunakan dua pendekatan yaitu : pertama melakukan observasi terhadap Nas yang berhubungan dengan pengungkapan. Yang kedua mengui hasil dari keputusan yang dibuat oleh auditor. Penelitian ini dilakukan dengan tiga kontribusi yaitu yang pertama literatur, metodologi dan penilaian relevansi, yang kedua adalah uji kemungkinan dari hubungan antara total fee dan indepndensi auditor ungkin tidak linier dengan asumsi pelajaran terdahulu., yang ketiga adalah sampel yang diambli adalah tahundengan periode yang berakhir tahun 2006, dan spesifikasinya adalah stabilitas dari hubungan analisa untuk jangka waktu yang lama dan analisa yang dizinkan untuk keduanya sebelum dan sesudah kolapsnya enron. Peristiwa ini membawa pengaruh terhadap indepnednsi auditor.

Hasil dari penelitian ini meliputi : total relative fee dan peningkatan nilai, hanya secara level yang tinggi efek yang kurang menguntungkan dari independensi auditor. Khusunya kita menemukan hubungan antara total reletive fee dengan nilai pasar. Dengan mengamati keduanya lebih dari enam tahun secara keseluruhan, hasilnya bila diuji secara terpisah.

Metode Penelitian dan Data

v Mengukur Independensi Auditor

Memilih ukuran dari independensi auditor kita fokus mengambil kepentingan ekonomi dari auditee terhadap auditor. Dan ukuran utama terdiri dari total pembayaran fee tahunan oleh auditee terhadap auditor oleh pendapatan tahunan dari kantor akuntan. Yang dikenal sebagai “total reatif fee”. Ukuran umum yang digunakan adalah rasio dari NAS fee dan audit fee. Dengan mengambil hubungan yang relatif kantor akuntan tidak memberi pengaruh dari volume atau skala dan tidak diambil dari kepentingan ekonomi dari perusahaan terhadap auditor. Analisa ini menggunakan ukuran kedua untuk membandingkan.

Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa hubungan antara fee dan nilai pasar tidak harus linier, sehingga termasuk kedalam analisa regresi degan square dari total relatif fee. Kita menggunakan kudrat untuk membentuk tingkatan level yang multicollinearity. Walaupun jumlah dari formula non linear tersedia, digunakan simple dari quadratic Hubungan antara pembayaran fee oleh auditee dan nilai pasar menguji dengan model penilaian standard. Pendekatan ini menghindari jumlah isu yang terjadi selama penelitian.

v Hasil

Hasil dari peneitian diatas melaporkan bahwa full model membedakan dari pembatasan model dari pembahasan dengan dua variabel fee sebagai tanda yang significant pada tingkat 2.5% atau lebih tinggi. Dengan pengendalian variabel juga menunjukan nilai relativ dari variabel fee koefisien yang diimplementasikan independensi dengan pengaruh manfaat audit dan Non audit service hanya ketika total relatif fee diharapkan 0.98% dari fee auditor.

Efek dari dua kompensasi ketika dikonfirmasi dengan model tersebut disetimasi dengan qudratic term dan diestimasi setelah Quadratic term. Hasild ar R square significant pada level 1%dan mengindikasikan tambahan dari quadratic term dengan explatonary model.

Penelitian Audit fee memiliki konsistensi positif dengan hubungannya besar perusahaan dimana dependent variabel juga memiliki hubungan dalam mengukur luasnya perusahaan.

v Analisa

Pertama, estimasi dari dasar tahun ke tahun, mengikuti koefisien variabel selalu berubah. Pemegang saham dapat dipercaya dalam mengambil sikap untuk tingkat audit fee dan independensi auditor dapat berubah dari waktu ke waktu. Yang penting dalam kasus ini dimana sampel periode satu tahun pengamatan dari oengungkapan enron dan worldcom. Respon dari kantor akuntan dan pengenalan dari penambahan regulasi pengungkapan. Variabel fee memberi tanda benar pada regresi tahunan dan signifivant pada level 5% atau lebih baik dari tahun ke tahun. Penelitian dari hubungan biaya dan ondependensi auditor dibentuk oleh interpretasi untuk mengambil respon pemegang saham yang berbeda,

Hubungan antara fee dan nilai pasar adalah kondisional ketika perusahaan laba atau rugi. Laporan keuanagn mengimplikasikan pertumbuhan dari pengurangan independensi auditor termasuk laba management. Direksi membuat keputusan sesuai laba atau rugi perusahaan. Kita menaksir model yang terpisah dari sampel dari bagian sampel 905 pelaporan keuntungan pada tahun berakhir dan 252 melaporkan rugi. Dalam kedua kasus ini hubungan antara market value dan fee mengesankan penanam modal pada derajat berbeda dan independensi tetap ada apakah auditee mengalami profit atau loss.

Yang ketiga, untuk menyediakan perbandingan dengan studi terdahulu, diui bahwa pengaruh menggunakan pengukuran variabel fee. Rasio dari NAS fee dan audit fee. Pengukuran ini mengambil ikatan ekonomi, tidak ada anggapan memiliki hubungan penting dari perusahaan pada auditor, namun bisa jadi nilai relevan jika pengukuran nilai tinggi dapat diinterpretasikan untuk isu managerial.

KESIMPULAN PENELITIAN

Penelitian ini membuat tiga kontribusi dalam pengujian hubungan auditor fee dan independensi auditor. Yang pertama dalam menggunakan penilaian relevanse membutuhkan tingkatan dari audit fee dan NAS dengan conflating effect secara serentak mengumumkan informasi yang mematahkan. Sama dengan menghindari identifikasi counter factual atau kelemahan free outcome” dengan kualitas laba dan pendekatan hasil audit.

Kontribusi kedua pengujian kemungkinana hubungan total audtor fee dan independensi auditor tidak linear. Studi sebelumnya mengasumsikan hubungan yang linear. Penelitian ini memberikan pemegang saham mengancam independensi auditor hanya pada tingkatan relatif fee yang tinggi.

Yang ketiga, periode sampel selama enam tahun mengkhususkan stabilitas dari berbagai hubungan yang dianalisa dalam jangka waktu yang lama, ditemukan bahwa eksistensi hubungan ini terjadi karena lebih dari periode waktu, seperti pengungkapan untuk enron.

Download Selengkapnya

Download Skripsi, tips dan Ujian Skripsi

Faktor yang mempengaruhi pengungkapan laporan keuangan Pada Perusahaan manufaktur di BEJ

Pengaruh Profitabilitas Perusahaan dan Pendapat Auditor

Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Spiritual Auditor

Sponsor:

Resi Muslimah Boutique

Menyediakan Koleksi Busana Muslimah yang berkualitas, modis dan Trendi, Detail>>

CPNSONLINE.COM

persiapankan diri Anda dengan latihan soal-soal dan pembahasannya untuk menghadapi Ujian Seleksi CPNS 2011-2012,sehingga Anda akan lebih percaya diri dalam mengikuti seleksi CPNS tahun ini. Kami sangat menyadari dan mengerti kebutuhan Anda, Informasi dan materi apa saja yang Anda butuhkan, serta latihan soal tes yang bagaimana seharusnyaAnda persiapkan. Semua kebutuhanAnda kini kami rangkum dalam ebook ini, Detail>>

Iklan

Posted on 10/06/2009, in Skripsi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 64 Komentar.

  1. kalau saya bisa minta tolong,,bisa kirimin jurnal ini kealamat email saya untuk bahan referensi saya untuk menyusun skripsi.terimakasih ya…

  2. di Indonesia sulit yach dapet data jumlah fee untuk NAS dari perusahaan ???

    • mba bole saya minta jurnal sama kuisioner nya buat bahan refrensi skripsi saya?klo bole tlg dkrm k email saya ya..terima kasih

  3. Siti Mardiyana

    saya tertarik dengan referensi saudara, saya ingin saudara kirim kuesioner nya.
    Terima kasih

  4. kalo saya boleh minta,,
    saya mau jurnal ini buat skripsi saya..
    ntar dikirimin lewat email saya y..
    thanks..

  5. boleh saya minta jurnal untuk bahan referensi skripsi saya??
    dan kusionernya…

    trim’s

  6. Alfons Susanto

    Saya sangat tertarik dengan topik ini.
    apakah saya boleh tanya, apa kmu nglakuin pnelitian ini pake kuesioner ato ga?
    kalo pake, boleh saya minta kuesionernya?terimakasih Resi
    kirim ke email saya saja.

  7. boleh saya minta kuesionernya buat skripsi saya??kirim ke email saya..
    thanks

  8. Saya tertarik dengan jurnal ini untuk dijadikan referensi dalam penelitian saya. Apakah Anda menggunakan kuesioner dalam penelitian Anda? Apabila Anda menggunakan kuesioner, ijinkan saya meminjam kuesioner Anda untuk diteliti lebih lanjut dalam penelitian saya. Bila Anda mengijinkan, tolong kirimkan kuesionernya ke e-mail saya.
    Terima kasih atas bantuan Anda.

  9. Senada dengan rekan-rekan yang lain, saya juga mengharapkan kiranya jurnal ini plus kuesionernya bisa dikirim ke alamat email saya guna referensi bagi penelitian saya. Terima kasih atas bantuannya.

  10. sama seperti yang lain…tp saya hanya mw pakai buat tugas metode penelitian…klo boleh saya juga mau kuesionernya ya…terima kasih

  11. saya tertarik dengan topik ini.
    Kalau bisa saya minta contoh kuisionernya karena saya sedang melakukan penelitian yang juga berkaitan dengan audit fee.
    terima kasih..

  12. boleh minta kuesioner na dkrm k email gk?
    thx b4

  13. v minta kuisionernya dong..
    buat skripsi ni..
    yang audit fee ajja…

  14. mbak..
    boleh gk saya minta jurnal ma kuesionernya… buat referensi saya untuk skripsi…?

  15. boleh dunk minta jurnalnya n kuesionernya klo da…
    kirim ke e mail ja yak…..

  16. tolong kirimin jurnalnya dan kuesionernya donk ke email saya.
    buat referensi penulisan skripsi saya.

  17. Isnaeni Rahmat

    Assalamu’alaikum..Saya mahasiswa Universitas Riau kekurangan bahan atau jurnal yang berhubungan dengan audit “fee”. Sebelumnya saya minta ma’af, tolong kirimkan ke alamat e-mail saya. Terima kasih

  18. boleh minta jurnal ma questionernya ga buat ref skripsi saya?? thanks b4 tolong send ke email saya ya

  19. mba saya bole minta kuesioner dan jurnalnya?

  20. mba saya tertarik dgn tulisan mba,,,boleh mnt jurnal ma cnth kuesioner nya gag buat bhn skripsi saya…tolong krm ke email saya…terima kasih mba resi :))

  21. Duh,…..pusing nih,….judul skripsinya blum dapet”
    tlong aku dnk,……T_T

    ada solusi buat judul gak??????
    plis????

  22. saya sangat tertarik pada judul itu,rencana saya mau ambil kayak gitu juga untuk tugas skripsi saya.minta refrensinya/jurnal2 ya mbak.kirim ke email saya.makasih sebelummnya

  23. blh minta jurnalnya… cz smpai skr blm dpt jurnalny n jg skrisi sy mengenai judul yg diatas …
    kirim ke email sy …makasih

  24. boleh minta kirimin skripsi N kuesionernya ga?? ke alamat email saya di ayyazsweet_88@yahoo.co.id
    buat tambah referensi skripsi saya…
    terima kasih ^^

  25. aslm wr wb…
    saya butuh referensi mengenai jurnal diatas tolong saya u/ kirimkan jurnal ini beserta daftar pustakanya lengkap….
    trima kasih
    Kurolakururu.dicool@gmail.com

  26. sy btuh refrensi dan kuosiobernya,,,,,
    bwt skripsi

  27. hufff,,,
    topik yg menarik,,,,,

  28. saya butuh referensi mengenai jurnal diatas tolong kirimkan jurnal ini beserta daftar pustakanya dan kuisionernya ya…
    s.eka18@yahoo.com

    trima kasih

  29. Kalo boleh…
    Boleh minta jurnal n koesioner nya gak? Buat bahan skripsi saya.. Tolong email ke email saya ya… Terima kasih sebelumnya…

  30. boleh minta kuisionernya ga buat data ttg audit fee inii??klo boleh tolong kirim ke email aku kuisioner nyaa…lg perlu banged nii..klo bisa mnta sumber dapet kuisioner nya juga boleh…makasihhh yaa..

  31. Saya membutuhkan skripsi dan kuesioner untuk refrensi tugas skripsi saya,saya minta tolong untuk di kirimkan ke email saya arya_duta@hotmail.com Terima kasih sebelumnya..

  32. gabriel ferina

    boleh minta tolong kirimin kuesionernya kalo ada
    makasih ya

  33. gabriel ferina

    aku mw minta tolong kirimin kuesioner kalo ada ya
    makasih

  34. mbak… bisa kirim kumpulan jurnal skripsi n kuesioner….didaerah kami susah cari bahannya..???!

  35. maaf sebelumnya , saya tertarik dengan pembahasan ini,,, jika berkenan tlong kirimkan data quesioner dan data selengkapnya ke email saya,,trimakasih

  36. hallo…. saya ade meyana… kalo ada yang punya kuesioner tentang independensi akuntan publik bisa tolong kirim ke emai saya…. trims ya…… ade_meyana@yahoo.com
    GBU….
    sukses ya……………

  37. kirimin kuesioner kalo ada ya
    makasih

  38. judulnya menarik,,, bolehkan saya meminta kuisioner utk skripsi sy.. trimakasih

  39. assalamu’alaikum..
    mba, saya tertarik dengan topik ne untuk skripsi saya…
    minta tolong info daftar pustaka dan contoh kuisionernya.
    thanks b4

  40. saya juga boleh ikut mnta jurnal dan kuesioner dongg,.,
    buat bhan skripsi saya,,
    kirim ke email saya leo_porque@yahoo.com
    plizzz…hehe
    thanks

  41. mb, maaf bisa minta kuesionernya juga?. penting sekali ni. tlg krim ke alamat saya y. nuwun sanget 🙂

  42. mba saya maw donk contoh skripsi n koesioner’y…..
    soalnya skripsi saya hampir sama tapi saya lebih fokus ke kompetensi auditor terhadap opini yang di keluarkannya..

    Thx be 4
    tolong kirimin ke
    auditia_h2btmarcos@yahoo.co.id

  43. aslm wr wb…
    saya juga butuh referensi mengenai jurnal diatas tolong saya u/ kirimkan jurnal ini beserta daftar pustakanya lengkap….
    trima kasih
    dedew.vonanda@gmail.com

  44. mb klo boleh saya mau minta dikirim skripsi dan contoh kuesionernya untuk bahan referensi…terima kasih

  45. mbak, boleh saya minta jurnal-jurnal yg bersangkutan dan contoh kuesionernya juga.. makasih mbak 🙂

  46. Asslm… klo blh saya mnta kuesionernya mbk….
    mksih bnyak klo mbk brknan ngrim ke email saya… 🙂

  47. ka saya tertarik dengan judulnya, untuk tugas penelitian saya,bisa tolong kirim jurnal dan questioner nya ke email saya witdya.rahman@yahoo.com
    terima kasih..:D

  48. Mbak, kalo boleh, saya juga mau minta kuesionernya lwt email.. makasih.. 🙂

  49. Selamat siang jika diijinkan saya ingin meminta contoh jurnal dan kuesioner yang digunakan dalam skripsi ini bwt jadi jurnal pendukung u/ skripsi saya. email : ryka_regar@yahoo.com

  50. Anastasia Irene

    saya tertarik dengan judul skripsi ini.. boleh kah saya minta kuesioner nya untuk diteliti lebih lanjut? kalo boleh kirimkan ke email saya : anz_irene@yahoo.com.. thanks yah.. sukses 🙂

  51. mbak.. saya minta juga donk kuisioner dan jurnal nya buat referensi saya. tolong kirim ke email saya cecep34@rocketmail.com thank mabk

  52. Kalo boleh…
    Boleh minta jurnal n koesioner nya gak? Buat bahan skripsi saya.. Tolong email ke email saya ya… Terima kasih sebelumnya…
    andiirwan_umi@ymail.com

  53. kk, kalo bisa boleh ga minta jurnal ama kuisionernya buat refrensi skripsi saya? tlong krim k email saya y,
    makasi sblumnya,

  54. yeni wulandari

    boleh minta tolong, semoga mbak berkenan mengirim contoh link jurnal dan contoh kuisionernya ke email saya untuk bahan skripsi saya yenicepu@ymail.com

  55. Diana Hariani

    saya tertarik dengan referensi saudara, bisa minta jurnal dan kuisioner nya, tolong kirim ke email saya ya.. terima kasih sebelumnya…

  56. mbak, bisa kirim jurnal dan kuesionernya. tolong kirim ke email aku ya. thanks

  57. cheap viagra

    My brother suggested I may like this web site.
    He was entirely right. This post actually made my day. You can not imagine just how so much time I had spent for this info!
    Thank you!

  58. mbak bisa minta kuesionernya dan junalnya kah? klo bisa minta tolong d email di tiaramargarethasimatupang@yahoo.co.id

  59. Remarkable things here. I am very glad to peer your post.
    Thank you so much and I’m having a look forward to contact you.
    Will you please drop me a e-mail?

  60. mbak bisa minta kuesioner dan jurnal’a ?? ke febry.hardianti@ymail.com .. makasih sebelumnya

  61. ka boleh mnta lima jurnalnya? saya mau ambil ini untuk skripsi saya. Kirim ke email ya
    terimakasih banyak

  62. Mba saya tertarik sekali dengan materi audit independen dan audit fee yang sudah mba share apakah saya boleh minta 5 jurnal dalam materi ini. Saya sedang membuat bahan skripsi saya . Terimakasih . email saya : nurlailasari.ela@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: