Arsip Blog
4 Kelemahan Perempuan dalam Berbisnis
Para perempuan kini semakin berminat untuk berwirausaha. "Dalam era globalisasi ini, mereka banyak yang tertarik untuk berwirausaha dan mandiri sebagai wujud emansipasi perempuan," ungkap psikolog Tika Bisono kepada Kompas Female, sesaat setelah acara Sekar Womenpreneur Award 2011 di Smesco, Jakarta Selatan, Minggu (11/12/2011) lalu.
Hal ini sebenarnya berefek baik pada peningkatan perekonomian keluarga, kemandirian perempuan, aktualisasi diri, yang kelak akan membantu negara meningkatkan perekonomian. Para perempuan ini sebenarnya memiliki banyak sifat positif dan kemampuan untuk berwirausaha. "Intuisi bisnis perempuan itu sangat baik, dan rasa empati perempuan lebih tinggi dibanding pria," tambahnya.
Dengan Berbisnis, Anda Meningkatkan Perekonomian Negara
Beragam motivasi bisa menjadi alasan seorang perempuan untuk berwirausaha. Upaya yang awalnya berangkat dari alasan ekonomi, dan akhirnya mungkin menjadi bentuk ekspresi diri, nyatanya mampu menjadi fondasi bagi perkembangan ekonomi di Indonesia. Mereka menjadi motor perkembangan bangsa karena dapat membuka lapangan pekerjaan, menyediakan barang dan jasa, serta berkontribusi dalam upaya pemerintah untuk memberantas kemiskinan.
Meski sering dipandang sebelah mata, ternyata para perempuan pengusaha punya peran penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. "Partisipasi dalam pertumbuhan ekonomi sangatlah penting, tidak hanya untuk menurunkan tingkat kemiskinan di kalangan perempuan, tetapi juga sebagai langkah penting menuju peningkatan pendapatan rumah tangga dan mendorong pembangunan ekonomi negara secara keseluruhan," ungkap Nenny Soemawinata, Managing Director Putera Sampoerna Foundation, saat bincang-bincang "Tantangan dan Peluang Wirausaha Wanita Menuju Kesuksesan" di Pisa Cafe, Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2011) lalu.




