Arsip Harian: 25/07/2010
Biaya diklat Prajabatan Naik 100%
Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Tulungagung, siap-siap saja merogoh kantong lebih dalam. Sebab, tahun 2011 mendatang, biaya pendidikan dan latihan (Diklat) Prajabatan bagi CPNS bakal naik sampai 100 %.
“Tahun 2011 sudah ditetapkan biaya Diklat Prajabatan untuk CPNS golongan I dan II masing-masing Rp 4,5 juta. Begitupun dengan golongan III, tahun depan mereka nanti harus menanggung biaya sebesar Rp 5,5 juta, tidak lagi Rp 3 juta seperti tahun sekarang,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Drs Kusmadi MSi, Minggu (25/7/2010).
Kenaikan biaya Diklat Prajabatan, masih katanya, disebabkan karena waktu penyelenggaraan Diklat Prajabatan diperpanjang, rata-rata mencapai satu bulan setengah atau 45 hari.
Calo CPNS Ditangkap Polisi
Aparat Polres Kudus, Jawa Tengah, menangkap seorang oknum pegawai negeri sipil yang diduga terlibat praktik percaloan penerimaan calon pegawai negeri sipil tahun 2009.
“Pelaku berinisial SO (51), warga Kecamatan Kaliwungu, Kudus, ditangkap setelah salah seorang korbannya yang bernama Bambang Nurmanto (37), warga Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, mengadukan praktik percaloan CPNS ini ke polisi,” kata Kapolres Kudus AKBP M Mustaqim melalui Kasat Reskrim AKP Suwardi di Kudus, Kamis (22/7/2010).
Ia mengatakan, kejadian tersebut berawal ketika pelaku mendatangi rumah Ma’ruf di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, 15 September 2009.
Di rumah tersebut, pelaku bertemu dengan beberapa korban lainnya, yakni Bambang Nurmanto, Nanik Widiyawati, dan Anita Fatmawati.
Lowongan Kerja BUMN Pelni (Exp : 20 Agustus 2010)
PT PELNI (Persero), BUMN yang bergerak di bidang pelayaran memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Indonesia untuk berkarir sebagai :
1. Perwira Dek (PD)
Persyaratan Khusus:
Berijasah ANT-III (Ahli Nautika III / Ijasah Kepelautan Bidang Nautika
Pas foto ukuran 3 x 4 (2 lbr) dan ukuran 4 x 6 (2 lbr) berlatar belakang biru
Ribuan Guru Honorer ‘Goyang’ Gedung DPRD Medan
MEDAN – Ribuan guru tenaga honorer di Kota Medan ‘menggoyang’ gedung DPRD Medan, terkait nasib mereka yang hingga kini belum terdata masuk dalam pengangkatan CPNS.
Komisi A DPRD Medan, Andi Surbakti didampingi Ketua BKD Medan Lahum dalam rapat bersama perwakilan guru mengatakan, data guru honorer hingga kini belum masuk didalam komputer pusat.
Sedangkan, Ketua Komisi A DPRD Medan Landen Marbun menyebutkan, seharusnya pendataan dilakukan secara manual untuk dikirimkan ke Jakarta.





