Aksi Bom Bunuh Diri di Mariott Diback-up Pengendali di Luar Gedung
Kerja kelompok teroris yang meledakkan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton tidak mungkin hanya berdua saja. Pasti ada pengendali dan pengawas yang memantau peristiwa dari luar gedung.
"Pada mayoritas kasus bom bunuh diri, kasus tidak pernah tunggal, ada back-up. Di detik-detik terakhir yang pengebom diback-up timer, dengan teman yang meledakkan dengan remote," kata mantan investigator bom Bali, Hermawan Sulistyo saat dihubungi melalui telepon, Jumat (24/7/2009).
Dia menyebut ini bukan tanpa alasan, beberapa peristiwa bom bunuh diri yang lalu pun demikian. Misalnya saja bom Kuningan di Kedubes Australia pada 2004 lalu, Noordin M Top dan Dr Azahari mengawasi aksi itu dari atas motor.
"Ya pasti ada back-up. Mereka bekerja 4-5 orang, dan teman-temannya pasti ada. Dan ada yang memegang pengendali remote," tambah Kiki, panggilan akrab Hermawan.
Menurut dia, para pengendali dan pengawas ini, berjaga-jaga bila pelaku bom bunuh diri tidak menarik picunya. "Pengawas selalu ada di antara mereka. Berjaga-jaga bila pembom grogi, biasanya mereka juga melihat keadaan setelah ledakan terjadi. Mereka ingin tahu efeknya," jelas dia.
Sumber: detiknews.com
Posted on 25/07/2009, in Bom Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton and tagged Aksi, Bom, Bunuh diri, Diback-up, Gedung, Luar, Marriot, Pengendali. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.





Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)